Take a fresh look at your lifestyle.

PKB Bagikan Ribuan Hand Sanitizer ke Pedagang

160

SLAWI – DPC PKB Kabupaten Tegal membagikan ribuan botol spray hand sanitizer kepada para pedagang pasar yang dilakukan secara simbolis melalui Kepala UPTD Pasar Trayeman, Slawi, Kabupaten Tegal, Supriyadi, Senin (30/3). Sementara itu, PKB minta Pemkab Tegal untuk segera mengambil langkah kongkrit dalam mencegah penyebaran Virus Korona (Covid-19).

“Bantuan sebanyak 3 ribu botol. Tapi untuk Pasar Trayeman 200 botol. Sisanya untuk pasar-pasar lainnya,” kata Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal, A Firdaus Asyairrozi, didampingi Sekretaris DPC PKB, Agus Salim.

Menurut Firdaus, hand sanitizer botol spray yang berisi 100 mili ini tidak mengandung beralkohol, sehingga aman bagi semua usia. Bahkan bisa disemprotkan ke wajah dengan mata tertutup. Jika isi botol itu habis, DPC PKB sudah menyiapkan ribuan liter cairan hand sanitizer.

“Kalau sudah habis, silahkan isi ulang lagi ke kantor DPC PKB. Gratis, tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Selain cairan hand sanitizer, pentolan PKB ini mengaku juga memberikan bantuan masker ke masyarakat. Jumlahnya mencapai ribuan. Pihaknya juga telah menyiagakan pasukan untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke sejumlah tempat umum. Utamanya di kawasan pondok pesantren (ponpes), masjid, mushala, dan tempat-tempat ibadah non muslim.

“Kalau ada yang membutuhkan penyemprotan, silahkan hubungi kami, datang ke kantor kami. Kami sudah menyiapkan petugas semprot sekaligus alat dan cairannya,” kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Tegal itu.

Sementara itu, Sekretaris DPC PKB yang juga Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Agus Salim mendesak Pemkab Tegal untuk segera mengambil kebijakan sebelum Virus Korona meluas. Kebijakan bisa melakukan isolasi wilayah seperti Kota Tegal atau melakukan cara lainnya. Jika isolasi wilayah, maka pemerintah harus bisa menanggung biaya hidup masyarakat. Sebaliknya jika tidak melakukan itu, maka pemerintah harus mampu mengendalikan masyarakat.

“Misal, Pemkab membuat tim untuk melakukan pemantauan terhadap warga perantau yang mudik. Selama ini, perantau yang mudik dibiarkan begitu saja. Bahkan ketika ada orang-orang yang berkumpul juga belum ada tindakan tegas,” ujarnya.(Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA