Take a fresh look at your lifestyle.

Petani Keluhkan Puluhan Ha Sawah Terendam Banjir

- Diduga Akibat Saluran Tertutup Pabrik Garmen

188

BREBES – Para petani di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, mengeluhkan puluhan hektare (ha) sawahnya terendam banjir saat musim hujan ini. itu lantaran saluran irigasi yang ada ditutup pabrik garmen PT Daehan Global, yang berdiri di wilayah tersebut.

Kondisi itu diperparah dengan pembuangan limbah pabrik yang tidak sesuai dengan ketentuan, sehingga berdampak pada areal persawahan. Atas kondisi tersebut, para petani mengaku mengalami kerugian.

“Sawah kami terendam banjir, tidak bisa ditanami. Kami berharap ada itikad baik dari pabrik mengembalikan saluran irigasi. Kalau tidak diperbaiki sawah kami terancam terbengkalai dan tidak bisa ditanami,” kata A Khamid, salah seorang petani asal Desa Cimohong, Sabtu (1/2/).

Dia mengatakan, kekhawatiran akan sawah petani terendam banjir, sebenarnya sudah dirasakan jauh sebelum musim penghujan. Para petani juga sudah menyampaikan keluhannyake Kepala Desa Cimohong, untuk disampaikan pada manajemen pabrik. “Tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada penanganan. Sawah kami dibiarkan terendam. Padahal ini sudah masuk musim tanam. Dampaknya, kami belum bisa menanam karena sawah terendam banjir,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cimohong, Sodikin mengaku, pemerintah desa sudah melakukan peninjauan lokasi areal persawahan yang terendam banjir. Pihaknya memastikan sawah para petani terendam banjir akibat saluran pabrik yang dibendung. “Awalnya saluran pembuangan sudah bagus, tapi setelah dibikin lagi itu mepet jadi air itu langsung ke sawah petani,” terangnya.

Dia mengungkapkan, ada banyak sawah petani yang terdampak banjir. Padahal, areal persawahan di belakang pabrik garmen tersebut sangat produktif. Awalnya pihak pabrik ingin membeli sebagian sawah petani untuk dibuat saluran pembuangan. Namun oleh petani yang memiliki sawah di belakang pabrik menginginkan agar tidak hanya dibeli sebagian, melainkan semua sawah yang dimiliki petani tersebut dan berlokasi di belakang pabrik. “Musim hujan kali, sawah petani sudah terdampak banjir. Pihknya meminta untuk diperbaiki sesegera mungkin,” terangnya.

Terpisah Legal PT Daehan Global, Nanang menepis tudingan prabriknya menutup sura irigasi yang menyebabkan banjir di sawah warga tersebut. “Jadi begini ya, kami dari pihak pabrik tidak pernah melakukan penutupan saluran irigasi di situ,” bantah Nanang saat dihubungi wartawan, kemarin.

Ia menjelaskan, jika perluasan lahan yang berada di samping pabrik hingga kini sedang dalam tahap proses. “Nggak ada penutupan irigasi di belakang pabrik. Kalau disamping pabrik untuk perluasan sampai saat ini sedang dalam proses menunggu petunjuk teknisnya,” pungkasnya.

(b.setiawan-red2)

BERITA LAINNYA