Take a fresh look at your lifestyle.

Petani di Tegal Kompak Tolak Impor Beras

93

TEGAL – Rencana kebijakan Pemerintah Pusat untuk mengimpor beras mendapat penolakan dari sejumlah petani di daerah. Salah satunya dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Ekonomi I, Kelurahan Kaligangsa, Kota Tegal.

Ketua Gapoktan Sumber Ekonomi I, Munaseh dengan tegas menolak rencana kebijakan tersebut, mengingat saat ini mayoritas anggotanya akan melakukan panen raya.

Rencana impor beras itu justru dianggap bakal menyengsarakan dan merugikan para petani. Bahkan, beredarnya kabar impor mulai berimbas pada anjloknya harga gabah di tingkat petani. Begitu halnya dengan harga beras yang semakin tak terkendali.

“Satu kwintal gabah biasa kami jual Rp 500 ribu. Tetapi sejak adanya berita impor beras itu menjadikan gabah turun nilai jualnya menjadi Rp 350 ribu. Itu saja tidak ada yang mau membeli,” kata Munaseh.

Diceritakan dia, untuk satu hektare lahan di Kelurahan Kaligangsa mampu menghasilkan enam ton gabah kering. Saat ini, jumlah lahan yang dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam hanya tersisa 10 hektare saja. Sebab, sebagian besar lahan di Kaligangsa sudah terdampak air asin.

“Dulu sebelum ada erosi air laut, dalam satu tahun kita bisa melakukan dua kali panen raya. Tetapi kondisi sekarang maksimal satu tahun hanya sekali panen saja,” jelasnya. (T03-red)

BERITA LAINNYA