Take a fresh look at your lifestyle.

Petanesia Diharapkan Menebarkan Nilai Kesatuan dan Toleransi

82

SLAWI,smpantura.com – Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie menyambut baik kehadiran organisasi Pecinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) Kabupaten Tegal. Ardie berharap Petanesia mampu memberikan kontribusi nyata menguatnya toleransi dan kerukunan kehidupan kehidupan di masyarakat.

“Semoga keberadaan Petanesia yang terdiri dari putra putri terbaik Kabupaten Tegal ini mampu membawa perubahan bagi kehidupan kebangsaan yang lebih baik di Kabupaten Tegal. Menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tegal dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, unggul, berbudaya dan berakhlak mulia,” kata Ardie saat hadir dalam pelatikan pengurus Petanesia Kabupaten Tegal periode 2021-2026 belum lama ini.

Lebih lanjut, Ardie mengingatkan, krisis ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19 menimbulkan banyak tekanan di masyarakat. Situasi itu diharapkan tidak sampai menimbulkan perpecahan antar umat dan golongan, terlebih konflik vertikal maupun horizontal. Sehingga, menurutnya perlunya ada wadah konsolidasi untuk membangun keterpaduan antar elemen, salah satunya melalui Petanesia untuk memupuk dan membangun nasionalisme.

“Jiwa nasionalis itu ada bukan karena kita lahir di Indonesia, tapi jiwa nasionalis itu adalah apakah ada Indonesia di dalam diri dan sanubari kita,” ucapnya.

Ia berharap, bersama seluruh komponen pembangunan yang ada, Petanesia mampu menebarkan nilai-nilai kesantunan, mengembangkan sikap saling menghormati dan saling menghargai.

“Utamakan sikap toleran yang mengakui dan menghormati perbedaan dalam semua aspek kehidupan. Bersama kita ciptakan generasi yang selalu berbuat baik, berbicara baik, berpikiran positif dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Sementara itu, sebanyak 113 pengurus Petanesia Kabupaten Tegal periode 2021-2026 resmi dilantik oleh Ketua Dewan Fatwa DPP Petanesia Muhammad Muatoh, Sabtu (29/5) di Pendapa Amangkurat Slawi.

Menjabat sebagai Ketua DPC Petanesia Kabupaten Tegal periode 2021-2026 adalah Mohamad Margaretta Rachmat, sedangkan Ketua Dewan Fatwa Kebangsaan DPC Petanesia dijabat oleh Saepudin.

Rachmat mengatakan, organisasi kemasyarakatan yang didirikan tokoh ulama asal Kota Pekalongan, Maulana Al Habib Luthfi bin Ali Yahya ini murni mengusung gerakan moral kebangsaan dengan misinya memelihara kerukunan dan mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dia menuturkan, Petanesia bukan organisasi politik dan tidak terpengaruh urusan politik. Petanesia hadir untuk menumbuhkan kecintaan anak bangsa pada bangsa Indonesia, memajukan kehidupan umat yang rukun dan damai, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui kegiatan cinta budaya, agama dan tanah air.

“Petanesia berasal dari berbagai latar belakang suku, ras, agama, kepercayaan dan lintas profesi bertekad akan saling mengisi, merancang program kegiatan yang mampu bersinergi dengan banyak pihak untuk mencetak anak bangsa yang mencintai negaranya demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Rachmat. (T04-Red)

BERITA LAINNYA