Take a fresh look at your lifestyle.

Peserta Tes SKD CPNS Diperiksa Berlapis

218

PEMALANG – Ribuan peserta tes Syarat Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Pemalang di Gedung Serbaguna harus melewati pemeriksaan berlapis sebelum memasuki ruangan tes. Panitia memberlakukan kebijakan tersebut dalam rangka untuk menjamin agar peserta tidak membawa barang-barang yang dilarang.

Bupati Pemalang, Junaedi melalui Sekretaris Daerah Mohamad Arifin mengatakan bahwa pemerintah daerah dalam tes SKD ini hanya sebagai panitia saja dan penyediaan tempat. Sedangkan pelaksanaan dan peralatan semuanya dilakukan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Karena itu rekrutmen CPNS ini dipastikan berjalan dengan transparan dan akuntabel.

“Jangan percaya apabila ada yang menjanjikan sesuatu, karena kesuksesan ada di tangan peserta tes sendiri. Apalagi 5-10 menit setelah mengerjakan soal hasilnya akan langsung diketahui sehingga tidak bisa diubah-ubah,”kata Arifin.

Perwakilan BKN Kantor Regional Yogyakarta, Rusmin Nuryatin menngatakan tes CPNS menggunakan sistem Computer Assist Test (CAT) yang memang dirancang untuk memudahkan peserta. Dengan CAT peserta test hanya tinggal menggunakan mouse, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan aparatur sipil negara yang mumpuni.

“Perlu diketahui bahwa pelaksanaan tes pada tahun ini akan lebih mudah dibandingkan sebelumnya, karena passing grade sudah diturunkan untuk tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU) maupun tes karateristik pribadi contohnya yang sebelumnya 143 sekarang hanya 126,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemalang, Sugiyanto, mengatakan bahwa pada rekrutmen tahun ini jumlah formasi yang diterima Kabupaten Pemalang sebanyak 451. Jumlah tersebut sebenarbyavadalah formasi tahun 2019. Adapun yang telah lolos seleksi administrasi dan akan mengikuti tes 7737. Tes sendiri akan dilakukan secara bergelombang, dimana setiap sesi sebanyak 220 peserta.

Dari pantauan di lokasi tes para peserta sebelum memasuki ruang ujian diminta untuk menyimpan barang-barang bawaannya. Bahkan untuk lebih memastikan petugas dilakukan pemeriksaan badan menggunakan alat pendeteksi metal.

Dengan cara itu dipastikan tidak ada barang-barang yang dibawa peserta baik alat komunikasi, aksesoris termasuk ikat pinggang yabg ada besinya. Karena itu beberapa peserta pria terpaksa menggunakan tali rafia sebagai pengganti ikat pinggang.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA