Take a fresh look at your lifestyle.

Pertamina MOR IV Jateng Tambah 57.120 Tabung Elpiji 3 Kg

177

TEGAL-PT. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng dan DIY selama periode 7 hingga 30 Agustus 2019 menyiapkan penambahan 57.120 tabung elpiji 3 Kg di luar kuota reguler untuk wilayah Kota dan Kabupaten Tegal.

Kepala Unit Manager Communication And CSR MOR IV Andar Titi Lestari mengungkapkan, penambahan itu sebagai langkah dalam memenuhi tingginya permintaan masyarakat yang meningkat di bulan ini.

Andar mengakui, sejak memasuki H-10 Idul Adha, konsumsi elpiji 3 Kg  mengalami peningkatan sekitar 2 persen dari rata-rata konsumsi normal. Hal ini disebabkan dengan banyaknya kegiatan masyarakat untuk kebutuhan memasak seperti acara pesta pernikahan, dan lainnya di berbagai daerah.

Menurut Andar,  antisipasi Pertamina untuk menambah pasokan sudah dipersiapkan sejak pertengahan Juli.  Konsumsi elpiji hingga H-10 Lebaran ini meningkat dari rata-rata harian normal 51.200 tabung. Atau naik 3,5 persen saat ini menjadi 62.990 tabung.

Dia memprediksi puncak permintaan elpiji diprediksi akan terjadi hingga H+2  Idul Adha. Sehingga Pertamina MOR IV akan mempersiapkan tambahan fakultatif (diluar kuota regular) sebanyak 2.800 tabung di kedua tanggal tersebut atau 5,5 persen dari total tambahan fakultatif di bulan Agustus yaitu 57.120 tabung.

Menurutnya, indikator ketercukupan elpiji di pasaran itu dilihat dari ketersediaan di akses pembelian resmi yaitu di pangkalan.  Untuk wilayah Tegal rata-rata memiliki 1.248 pangkalan resmi yang tersebar di Kota dan Kab. Tegal.

“Hadirnya SPBU yang menjual elpiji juga merupakan salah satu langkah kami untuk memudahkan masyarakat mendapatkan elpiji.  Sehingga dengan tambahan fakultatif kami kepada agen dan pangkalan resmi tersebut kami pastikan kondisi pasokan elpiji di Tegal aman dan tersedia,” terang Andar.

Andar menambahkan,  kebijakan penerapan distribusi elpiji 3 Kg berbeda dengan non-PSO.  Dimana Pertamina mengikuti Peraturan Menteri ESDM No.26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian elpiji.

“Kami mengimbau agar masyarakat membelinya di pangkalan ataupun SPBU dengan harga yang sesuai HET setempat. Adapun di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina. Sehingga Pertamina hanya bertanggung jawab melakukan pengawasan sampai dengan pangkalan,” pungkas Andar.

Pihaknya mengaku berkomitmen penuh dalam hal pendistribusian sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan Pemerintah. “Sehingga kuota ini yang harus kami jaga dengan berkordinasi dan melibatkan Pemda dan kepolisian terhadap pendistribusian. Apabila didapatkan ada penimbunam dan pengoplosan,  maka kepolisian tidak akan segan untuk menindak,” tegas Andar.

Andar juga mengimbau masyarakat untuk membeli di agen dan pangkalan resmi serta mengajak masyarakat mampu untuk menggunakan elpiji nonsubsidi. Agar elpiji bersubsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat tidak mampu dapat tepat sasaran penggunaannya.

“Apabila membutuhkan informasi lebih lengkap dimana lokasi agen dan pangkalan terdekat dapat menghubungi Pertamina Contact Center di 135 dengan menyertakan informasi kecamatan dan kelurahan domisili.” (Setya/Red4)

BERITA LAINNYA