Take a fresh look at your lifestyle.

Pertahankan Kearifan Lokal, Siswa Diajak Jelajah Tradisi

190

SLAWI – Sebanyak 120 siswa dari SMA, SMK, MA Negeri dan Swasta se-Kabupaten Tegal mengikuti Jelajar Tradisi dengan berkunjung ke tempat produksi batik khas Tegalan di Kampung Batik Desa Bengle, Kecamatan Talang, Senin (10/3). Sebelum melakukan kegiatan Jelajah Tradisi itu, para siswa membuat karya tulis dengan tema ‘Budayaku Kebanggaanku’. Bagi karya tulis terbaik akan mendapatkan uang pembinaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal.

Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Kabupaten Tegal, Wuninggar mengatakan, kegiatan Jelajah Tradisi dilakukan dengan mengunjungi sejumlah potensi lokal di wilayah Kabupaten Tegal. Selain mengunjungi Kampung Batik Desa Bengle, para siswa juga diajak berkunjung ke Museum Wayang di Desa Bengle, dan home industri jajalan/ kuliner di Dukuh Sabrang, Pangkah.

“Kami mengajak para siswa untuk mempraktekan pembelajaran yang edukatif, inspiratif, dan rekreatif sehingga menjadi menarik dan tidak membosankan,” ujarnya.

Sebelum acara Jelajah Tradisi, lanjut dia, para siswa diminta untuk membuat karya tulis tentang budaya lokal. Karya tulis itu akan dinilai oleh juri profesional, dan tiga karya terbaik akan mendapatkan uang pembinaan, tropy, dan piagam penghargaan.

“Para siswa sangat antusias untuk membuat karya tulis dan mengikuti Jelajah Tradisi,” ungkap Wuninggar.

Kepala Dikbud Kabupaten Tegal, Akhmad Was’ari menuturkan, banyak kearifan lokal yang nyaris punah. Padahal, kearifan lokal mampu membentuk sikap, kepribadian masyarakat, dan karakteristik masyarakat setempat. Oleh karena itu, generasi muda harus dikenalkan dengan budaya dan ruang lingkup budayanya sendiri, sehingga lebih memahami jatidiri dari masyarakat yang bersangkutan.

“Generasi muda harus paham dengan keanekaragaman budaya sehingga tercipta rasa kebanggaan atas budaya daerah dan saling menghargai perbedaan budaya yang ada,” ujarnya.

Ditambahkan, Jelajah Tradisi ini mampu memberikan variasi segar dalam sistim pengajaran secara simulatif agar siswa tidak merasa jenuh dengan pengajaran tatap muka di sekolah. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA