Take a fresh look at your lifestyle.

Persiapan SP2020, Karyawan BPS Dilatih Public Speaking

164

BREBES – Puluhan karyawan di jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes, diberi pelatihan Public Speaking, kemarin. Pelatihan diberikan sebagai langkah persiapan BPS dalam menghadapi Sensus Penduduk tahun 2020 (SP2020) mendatang.

Pelatihan dilaksanakan di Aula BPS Brebes, dengan narasumber Kepala Bidang Komunikasi dan Kehumasan, Dinas Komunikasi dan Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes, Lusiana Indira Isni.

Kepala BPS Brebes, Martin Suanta mengatakan, sensus penduduk 2020 menuju satu data kependudukan, adalah sensus dengan menggunakan metode kombinasi. Yakni, pendataan menggunakan online dan tradisional atau mendatangi rumah, yang dibuka mulai Februari hingga Maret mendatang. Caranya, masyarakat bisa mendaftarkan diri dengan cara mengisi  Sensus Pendudukan Online (SPO), dengan membuka aplikasi browser internet pada perangkat Smart Phone, laptop atau komputer. Sedangkan bagi penduduk yang belum berpartisipasi dalam SPO, akan dicatat oleh petugas sensus pada juli 2020 dengan langsung mendatangi masyarakat dirumahnya (metode tradisional). “Sensusnya dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Disdukcapil, sehingga data de facto yakni data berdasarkan tempat tinggal dan data de jure yakni data berdasarkan administrasi, semuanya tersedia. Sehingga tidak adalagi polemik terkait data kependudukan,” terangnya.

Sementara, Kabid Komunikasi dan Kehumasan Diskominfotik Kabupaten Brebes, Lusiana Indira Isni mengutarakan, pelatihan public speaking sangat diperlukan untuk BPS selaku pelaksana dengan tugasnya yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Tidak hanya BPS, para ASN, BUMD, Instansi pemerintahan dan Swasta juga sangat diperlukan. “Bagaimana situasi pekerjaan dengan kebijakan kondusif, agar tujuan dapat disampaikan dengan baik kepada semua pegawai dan untuk menyalurkan di masyarakat. Bagaimana komunikasi kepada masyarakat, khususnya dengan akademis yang kurang tinggi,” katanya.

Lebih lanjut dia menerangkan, dalam pelatihan tersebut diberikan materi teori tentang bagaimana cara membuat naskah pidato yang baik, bagaimana teknik menghadapi rasa gugup dan menggali ketakutan mereka dalam berbicara di depan umum. Tidak hanya itu, dilatih juga bagaimana intonasi kalimat dalam penyampaian hingga cara berpenampilan.

(b.setiawan-red2)

BERITA LAINNYA