Take a fresh look at your lifestyle.

Persiapan Puskesmas Wonokerto 2 Harus Matang

- Mulai dari Anggaran Hingga Tenaga Medis

162

KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan tekah menunjuk Puskesmas Wonokerto 2 sebagai rumah sakit rujukan lini tiga dalam penanganan dan pencegahan virus covid 19. Untuk itu, puskesmas tersebut persiapan harus benar-benar matang. Dalam hal ini, mulai dari anggaran hingga penyediaan tenaga medis supaya diperhatikan sehingga saat difungsikan benar-benar dapat bermanfaat.
Hal tersebut terungkap ketika Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hj Hindun bersama rombongan Komisi IV menggelar pertemuan dan berdialog dengan jajaran Puskesmas Wonokerto 2 yang didampingi Kabid Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan setempat, Bambang, belum lama ini. Sebelumnya, anggota dewan sempat melihat-lihat kondisi puskesmas yang sedang direhab menjadi rumah sakit rujukan kusus penanangan virus corona.
”Kedatangan kami ke sini untuk memonitoring dan melihat kesiapan secara langsung di rumah sakit rujukan lini tiga ini,” kata Ketua Komisi IV DPRD, Cholis Jazuli.
Ditambahkan, setelah mendengar keterangan langsung dari pihak Dinas Kesehatan yang bertanggungjawab dalam pemfungsian puskemas tersebut, perlu perhatian khusus yakni soal tenaga medis. Bukan hanya dokter maupun perawat, namun kebutuhan lainnya seperti sopir ambulans, celaning servis, dan lainnya masing kurang. Makanya perlu adanya relawan dalam mencukupi kebutuhan sumber daya manusia di calon rumah sakit rujukan tersebut.
Sementara itu, saat dialog, dari dinas kesehatan mengusulkan tenaga medis akan diambilkan dari petugas yang ada di sejumlah puskemas. Menurut Cholis, kalau mengambil SDM dari puskmes lain dikhawatirkan menganggu kinerja di tempat lain sehingga diharapkan mencari solisi lain. Sedangkan salah satu anggota Komisi IV mengusulkan supaya mencari relawan tenaga medis dari sejumlah perguruan tinggi, khususnya yang memiliki jurusan ilmu kesehatan.
Dalam kesempatan iitu, Cholis juga sempat menanyakan terkait tiga pos pemantauan pemudik yang ada di Kabupaten Pekalongan. Saat.berkunjung ke salah satu pus pemantauan, dirinya tidak melihat adanya ti medis berada di tempat itu. Padahal keberadaan tim medis sangat penting sehingga dia meminta kepada dinas kesehatan supaya mengecek secara langsung ke beberapa pos tersebut.
Sedangkan Ketua DPRD yang membuka dialog tersebut meminta kepada pihak puskesmas maupun dinas kesehatan memberikan penjelasan mengenai keberadaan calon rumah sakit rujukan covid 19. Di antaranya terkait bangunan gedung akan dibuat berapa ruangan dan menyediakan berapa tempat tidur bagi pasien yang disinyalir terkena virus corona. Termasuk juga anggaran yang dibutuhkan serta tenaga medis yang bakal ditugaskan di tempat itu.
Kabid P2P Dinas Kesehatan, Bambang dikonformasi Suara Merdeka menjelaskan Puksesmas Wonokerto 2 dijadikan rumah sakit rujukan lini tiga hanya merawat Orang Dalam Pantauan.(ODP). Walau begitu, meski sudah dipersiapkan harapannya tidak ada pasien atau zero pasien. Kalau ada pasien ODP yang mengarah ke PDP, maka pihaknya akan mempersiapkan langkah-langkah untuk merujuk ke RSUD Kraton.
Sebab keberadaan rumah sakit ini untuk mengantisipasi berbagai lonjakan yang mungkin terjadi dan hal ini memang tidak diharapkan oleh pemerintah daerah. Mengenai SDM, akan diambilkan dari Puskesmas Wonokerto 2 dan kekuarngannya diambilkan dari petugas di puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan. Pihaknya akan mengkaji sistem perekrutan seperti itu, kata dia, apabila memang mengganggu maka dilakukan perekrutan mandiri yakni dari relawan-relawan.
Ditambahkan, selama ini puskesmas tersebut merupakan tempat pelayanan kesehatan masyarakat di sejumlah desa. Jika digunakan sebagai rumah sakit rujukan lini 3 untuk penanganan covid 19 maka pelayanan dipindahkan ke Puskesmas Pembantu Rowoyoso sehingga pelayanan terhadap masyarakat masih tetap dilakukan. (Achid Nugroho/R8 )

BERITA LAINNYA