Take a fresh look at your lifestyle.

Perpres Pesantren Diteken Presiden, DPC PKB Brebes Gelar Tasyakuran

96

BREBES, smpantura.com – Menyusul ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2021, tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren oleh Presiden Joko Widodo, DPC PKB Kabupaten Brebes menggelar tasyakuran, Kamis (23/9).  Acara ini dilaksanakan di Kantor DPC PKB Brebes, dihadiri para pengurus partai dan sejumlah ulama.

Ketua DPC Kabupaten Brebes, Zubad Fahilatah mengatakan, bersyukur atas ditetapkannya Perpres nomor 82 tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren ini. Hal itu akan menjadi angin segar bagi keberadaan pondok pesantren. Sebab, pesantren selama ini dalam pembiayaan, dan sistem pengelolaan pembelajarannya dilakukan secara mandiri. Namun dengan adanya Perpres itu berarti pemerintah memberikan jaminan terkait pembiayaan pendidikan di pesantren. “Perpres ini salah satunya mengatur tentang dana abadi pesantren. Yaitu, dana yang dialokasikan khusus untuk pesantren dan bersifat abadi. Hal ini bertujuan untuk menjamin keberlangsungan pengembangan pendidikan pesantren yang bersumber dan merupakan bagian dari dana abadi pendidikan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk syukur disahkannya Perpres tersebut, lanjut dia, pengurus DPC PKB Brebes bersama para ulama melakukan tasyakuran. Apalagi, dalam penyusunan hingga disahkan Perpres itu prosesnya panjang, dan PKB merasa ikut memperjuangkannya. Sehingga, dengan disahkannya Perpres tersebut, partainya merasa bersyukur. ” Tentunya, kami DPC PKB juga akan mengawal agar apa yang menjadi amat di dalam Perpres ini benar-benar terealisasikan,” tandasnya.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) As-Syalafiyah Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Brebes, KH Subhan Ma’mun mengungkapkan, intinya tasyakur itu untuk mempertahankan nikmat Allah SWT. Sebab, di dalam hadis menyebutkan sesungguhnya nikmat dari Allah SWT itu cenderung untuk lepas. Maka, untuk mengikat agar tidak lepas dengan tasyakur. “Tasyakur ini memang seremonial, tetapi utamanya adalah kita mampu mengabdikan diri kepada umat. Dan nikmat dalam tasyakur kali ini adalah disahkannya Perpres tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren oleh Presiden,” ucapnya.

Menurut dia, keberadaan pesantren itu selama ini sangat luar biasa, karena untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa dan negara dari pesantren. Adanya Perpres ini juga menjadikan pesantren tidak lagi dipandang sebelah mata, tetapi dua mata. Namun demikian, pelaksanaan Perpres itu harus dikawal, dan mestinya nanti yang repot di daerah. Itu karena tidak seluruhnya pesantren mau menerima, tetapi ketika pemerintah sudah menentukan ya mengucapkan banyak terima kasih. “Mudah-mudahan, adanya Perpres ini bisa bermanfaat sesuai dengan masrofnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, adanya Perpres ini tentu akan muncul beberapa dampak. Salah satunya, akan banyak muncul pesantren-pesantren baru. Untuk itu, mestinya perlu ada batasan-batasan. “Ini harus bisa diantisipasi, sehingga sesuai tujuan pemerintah menetapkan Perpres ini,” pungkasnya.

(T07-red)

BERITA LAINNYA