Take a fresh look at your lifestyle.

Permintaan Sarung Batik Mulai Meningkat

94

PEKALONGAN-Produksi sarung batik yang sempat lesu selama pandemi Covid-19, kini mulai menggeliat kembali. Permintaan sarung batik, lambat laun mulai meningkat pada masa new normal ini.

Salah seorang perajin sarung batik, Mastur mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak terhadap penjualan sarung batik produksinya. “Kendalanya, kami ada keterbatasan pengiriman ke luar daerah dan langkanya bahan baku,” terangnya kepada Wali Kota Mochammad Saelany Machfudz yang mengunjungi rumah produksinya di Pringlangu, Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, baru-baru ini.

Namun, pihaknya optimistis pada era adaptasi kebiasaan baru ini sarung batik Pekalongan akan kembali diburu masyarakat, khususnya pembeli dari luar kota. “Di era adaptasi kebiasaan baru ini, sedikit demi sedikit permintaan sarung sudah mulai ada peningkatan dibandingkan pada saat pandemi Covid-19,” sambungnya.

Menurut dia, dalam sehari ia memproduksi 1 kodi sarung batik. Sarung batik yang diproduksinya diminati konsumen dari Kudus dan sejumlah kota/kabupaten di Jawa Timur.

Sementara itu, Wali Kota mengatakan, sejak dilaunching pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Pekalongan tahun 2018, pamor sarung batik kembali terangkat. Sarung batik diangkat kembali karena pemakaian sarung batik merupakan budaya masyarakat Pekalongan tempo dulu serta tradisi yang harus terus dihidupkan dari generasi ke generasi.

“Memang ini ada siklusnya. Ketika awal dilaunching, sarung batik ini booming luar biasa. Pesanan-pesanannya dari luar daerah. Namun, ketika adanya pandemi corona, sedikit agak lesu karena para perajin sempat vakum berjualan beberapa bulan,” terangnya.
Kini, ia lega karena produksi sarung batik mulai menggelait lagi pada penerapan new normal. “Alhamdulillah, dengan adanya kelonggaran, penjualan sarung batik Pekalongan mulai bangkit kembali dan mengalami peningkatan. Terlebih lagi sudah dimulainya aktivitas belajar para santri di pondok,” sambungnya. (K30)

BERITA LAINNYA