Take a fresh look at your lifestyle.

Perlu Tempat Khusus untuk Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

* Isolasi Mandiri Dinilai Kurang Efektif

104

BUMIAYU- Kepala Puskesmas Bumiayu, Kabupaten Brebes, dr Ali Budiarto menilai sudah saatnya pemerintah kabupaten, kecamatan maupun pemerintah desa menyediakan tempat khusus untuk isolasi atau karantina pasien Covid-19 tanpa gejala.

Hal itu disampaikan Jumat (11/12).”Salah satu hambatan penanganan Covid-19 di wilayah kami adalah belum tersedianya fasilitas atau tempat khusus untuk isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala. Karena tidak ada fasilitas itu, akhirnya isolasi dilakukan secara mandiri di masing-masing rumah pasien,” katanya.

Menurut Ali, salah satu tujuan isolasi adalah untuk memutus penularan virus corona. Untuk mencapai tujuan tersebut, tempat khusus untuk isolasi perlu disediakan. Pasalnya, pelaksanaan isolasi mandiri di rumah sejauh ini kurang efektif.”Saat isolasi mandiri di rumah, orang tanpa gejala yang positif Covid-19 masih berinteraksi dengan anggota keluarganya. Bahkan, beberapa laporan yang masuk menyebutkan masih ada yang beraktivitas seperti biasa,” kata Ali.

Tempat khusus isolasi, lanjut Ali, juga dibutuhkan karena kasus baru Covid-19 terus bermunculan. Pada sisi yang lain, jumlah ruang isolasi di rumah sakit terbatas dan hanya dikhususkan bagi pasien Covid-19 dengan gejala. Sampai dengan saat ini (Jumat,11/2), Ali menjelaskan, angka konfirmasi positif Covid-19 di wilayah Puskesmas Bumiayu mencapai 185 kasus. Rinciannya, sembuh 88, isolasi mandiri 83, dirawat 0 dan meninggal 14.”185 kasus positif Covid-19 ini tersebar di Desa Jatisawit (29), Negaradaha (6), Kalierang (48), Langkap (7), Adisana (9), Penggarutan (5), Dukuhturi (26) dan Bumiayu (55),” paparnya.

Ditambahkan Ali, hambatan lain dalam upaya memutus penyebaran Covid-19 adalah program jogo tonggo yang belum maksimal dan masih adanya sejumlah kegiatan yang melibatkan banyak.“Kemudian kedisiplinan protokol kesehatan yang rendah dan juga masih ada warga yang tidak percaya Covid-19 sehingga mereka mengabaikan protokol kesehatan,” ujarnya.(*)

BERITA LAINNYA