Take a fresh look at your lifestyle.

Perizinan Satu Pintu di Kabupaten Tegal Dinilai Amburadul

120

SLAWI – Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kabupaten Tegal dinilai masih amburadul. Hal itu dikarenakan pemohon masih harus keliling ke dinas-dinas terkait untuk memenuhi syarat pengajuan perizinan. Padahal, seharusnya dari tahap permohonan sampai dengan tahap terbitnya dokumen dilakukan dalam satu tempat.

“Tidak sesuai namanya satu pintu, karena masih harus keliling ke dinas-dinas untuk memenuhi syarat perizinan,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, H Mu’min, Rabu (15/7).

Anggota Fraksi PKB itu mengaku mengalami sendiri ribetnya mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tegal. Ia membeberkan, pihaknya mengajukan izin bangunan dengan dokumen yang sudah lengkap. Namun, saat mendatangi dina tersebut harus mengurus ke beberapa dinas. Seperti syarat mendapatkan rekomendasi IMB yang harus datang ke Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Tata Ruang dan Pertanahan (Perkimtaru) Kabupaten Tegal. Selain itu, pemohon harus membuat Nomor Izin Berusaha (NIB) melalui aplikasi Online Single Submission (OSS), dan mengisi blangko DPMPTSP.

“Perlu ada evaluasi terhadap program ini. Kalau harus keliling ke dinas-dinas, fungsi PTSP untuk apa?,” tegas H Mu’min.

Menurut dia, jika program PTSP tidak berjalan semestinya, maka menghambat target pelayanan prima yang masuk dalam Visi Misi Bupati Tegal. Bupati juga diharapkan bisa mengevaluasi program tersebut. Hal itu dikarenakan banyak masyarakat yang beritikad baik untuk mengurus izin, namun terkendala mekanisme persyaratan yang ribet.

“Harus segera dibenahi, apalagi aka nada program Mall Pelayanan Terpadu. Jika tidak ada koordinasi setiap dinas terkait, maka program itu juga akan tidak berhasil,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA