Take a fresh look at your lifestyle.

Peringkat Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal Menurun ke Peringkat 17

32

SLAWI,smpantura.com – Penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali di Kabupaten Tegal, membuahkan hasil positif. Kabupaten Tegal yang sebelumnya peringkat ke-4, kini telah menduduki peringkat 17 se-Jateng untuk kasus positif Covid-19. Namun demikian, masyarakat jangan terlena karena penyebaran Covid-19 masih terus terjadi di wilayah tersebut.

“Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal masih ada kenaikan. Tapi dibandingkan dengan sebelum Hari Raya Idul Fitri, ada penurunan kenaikan pasien positif Covid-19,” kata Bupati Tegal, Hj Umi Azizah saat ditemui, Senin (12/7).

Dikatakan, penurunan kenaikan pasien positif Covid-19 di wilayahnya, mengantarkan Kabupaten Tegal menduduki peringkat 17 dari peringkat 4. Hal itu dinilai berkat kesiapan TNI, Polri, Satgas Gugus Tugas Covid-19 dan masyarakat. Pasalnya, keberhasilan itu tidak dicapai jika tidak ada dukungan masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dinilai menjadi kunci kesuksesan meredam pandemi Covid-19.

“PPKM Dadurat memang dampak tidak nyaman bagi masyarakat. Tapi, kami berharap masyarakat ikut mendukung dengan meningkatkan kesadaran mentaati protokol kesehatan,” pintanya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk stok tabung oksigen di RSUD Dr Soeselo Slawi sudah dikirim pada Senin pagi (12/7). Kendati pengiriman tabung oksigen lebih sedikit dibandingkan pengiriman sebelumnya, tapi masih cukup untuk kebutuhan beberapa pekan kedepan. Sedangkan, untuk vaksinasi di Kabupaten Tegal telah mencapai 49 persen. Dalam waktu dekat, vaksinasi akan digencarkan melalui TNI dan Polri.

“Stok vaksin sebelumnya sempat kosong, tapi saat ini masih ada stok,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk tempat isolasi sudah disiapkan ke sejumlah puskesmas, diantaranya Puskesmas Balapulang 10 bad, Puskesmas Pagiyanten 15 bad, Puskesmas Penusupan 25 bad dan puskesmas lainnya. Sementara itu, untuk managamen pengamanan sudah diatur agar tidak menular ke masyarakat umum yang memeriksakan diri di puskesmas.

“Berdasarkan pengalaman pada 2020, kami sudah siapkan isolasi komunal di Gedung Korpri dan GOR Indoor, tapi masyarakat tidak mau menggunakan. Oleh karena itu, kami mendekatkan dengan masyarakat di setiap puskesmas,” pungkasnya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA