Take a fresh look at your lifestyle.

Peringati HUT, Kader PDIP Ziarah Makam Sesepuh

157

PEMALANG – Sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pemalang memeringati hari ulang tahun (HUT) ke-47 PDIP tahun 2020 dengan berziarah ke makam sesepuh PDIP. Kader-kader ini mengunjungi makam Imam Sujono di Desa Bulakan, Kecamatan Belik kemarin.

Salah satu kader yang ikut berziarah adalah Bambang Mugiarto yang akrab disapa BM. Menurutnya dalam ziarah ke makam tersebut kader berkirim doa bagi para pejuang-pejuang partai yang telah wafat.

“Meski di tengah hujan lebat, kami tetap berziarah dan berkirim doa sebagai refleksi merajut sejarah PDIP,”kata Bambang yang juga Bakal Calon Bupati PDIP. Adapun Imam Sujono menurut Bambang adalah mantan Ketua PDI Pro Mega dan Ketua PDIP Pemalang yang pertama.

Dikatakan lebih lanjut tidak semua orang paham dan menyadari bahwa dalam sejarahnya, PDIP adalah satu-satunya partai politik di Indonesia yang proses kelahirannya dibidani langsung oleh rakyat. Sejarah PDIP kata dia penting untuk terus dirajut agar para penerusnya konsisten menjaga kesadaran bahwa spirit dan pola perjuangan partai ke depan harus berpijak dan berbasis pada kepentingan rakyat.

“Sejarah lahirnya PDIP sangat penting dalam mata rantai peradaban dan estafet perjuangan ke depan adapun ziarah ke makam leluhur ini menurut saya juga penting sebagai bentuk penghargaan kepada perjuangan para pendahulu dan senior-senior partai kemudian lebih penting lagi sebagai upaya menjaga memori kolektif mengenai peran dan pengorbanan rakyat dalam sejarah kelahiran PDIP,”jelas Bambang yang juga Ketua Ranting PDIP Mulyoharjo.

Dia mengatakan slogan dan pesan dari Puan Maharani tentang filosofi Aja Pedot Oyod dapat menjadi spirit dan menjiwai pola perjuangan. Slogan tersebut dapat terwujud apabila ada imaginasi secara kolektif tidak hanya di Pemalang tapi juga di nusantara. Menurutnya slogan tersebut bermakna lebih kurang tentang siapa kita, asal-usul, siapa PDIP dan sejarahnya.

 

Sementara itu kader PDIP Suprapto, mantan Ketua PAC PDIP Randudongkal mengatakan keikutsertaan tokoh-tokoh gaek dalam ziarah tersebut bersifat spontan. Mereka mendengar informasi ziarah dari mutlut ke mulut. “Kebetulan ini hari baik dan HUT PDIP, maka kami ikut sebab apabila tidak ada kesadaran bersama mengenai pentingnya acara semacam ini maka akan malas mengikuti dengan keadaan hujan deras seperti ini,”kata dia saat diwawancara wartawan.

Mereka yang mengikuti acara ziarah berkaitan dengan dukungan politik dalam Pilbup 2020 lanjut dia masih menunggu rekomendasi partai. Mereka memegang teguh pesan Ketua DPC PDIP Pemalang Junaedi namun demikian masih menaruh harapan kepada BM.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA