Take a fresh look at your lifestyle.

Peringati HPSN, Pemkot Tegal Resmikan Pusat Pengelolaan Sampah

122

TEGAL – Peringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Pemerintah Kota Tegal meresmikan Pusat Pengelolaan Sampah Kota Tegal di Jalan Halmahera, Rabu (24/2). Program kelola sampah yang telah dipersiapkan sejak 2020 ini merupakan kerjasama PT Trinseo Material Indonesia dan PT Kemasan Ciptatama Sempurna.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Tegal, H Dedy Yon Supriyono yang diwakili Sekda Kota Tegal, Drs Johardi, Direktur PT Trinseo, Hanggara Soekanda, Direktur PT Kemasan Grup, Wahyudi Sulistya, Ketua Inaplas, Suhat Miyarso, Ketua Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi), Kristin, Ketua Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), Prispoli Lengkong, Direktur Responsibility Care Indonesia, Edi Rivai dan sejumlah OPD terkait.

Dalam sambutan, Wali Kota Tegal dibacakan Sekda Drs Johardi menyebut, Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) menjadi momentum untuk mengingatkan bangsa Indonesia, bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian utama, yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaannya.

Sebab, persoalan sampah merupakan persoalan serius dan multidimensi, sehingga diperlukan resonansi kepedulian persoalan sampah secara terus menerus. Adapun kegiatan tersebut mengangkat tema ‘sampah bahan baku ekonomi di masa pandemi’.

“Hal ini bertujuan untuk memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah dalam melaksanakan pengelolaan sampah dengan menjadikan sampah sebagai energi bahan baku ekonomi,” ujar Johardi.

Dijelaskan dia, data timbulan sampah harian di Kota Tegal saat ini sudah mencapai angka 700 m³. Hal itu menjadi tanggung jawab bersama untuk mengelola secara produktif. Pengelolaan sampah dengan konsep lama, dikumpulkan kemudian diangkut dan berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), harus ditinggalkan. Karena cara itu tidak dapat menyelesaikan masalah sampah.

“Alhamdulillah di awal 2021 Kota Tegal telah membuat perubahan tatanan pengelolaan sampah, yang pada mulanya hanya dijadikan kompos, bahan daur ulang, maupun berakhir di TPA, kini telah menggunakan mesin predator yang mampu mengolah hampir semua jenis sampah yang menghasilkan briket sampah,” urai Johardi.

Mesin predator tersebut, sambung Johardi, merupakan bantuan CSR dari PT Kemasan Ciptatama Sempurna yang secara resmi dilaunching pada event peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Bahkan, Kota Tegal menjadi daerah yang pertama di Indonesia yang merubah sampah menjadi briket melalui mesin predator.

Sementara Direktur PT Trinseo, Hanggara Soekandar mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Tegal yang telah bergabung dalam mengatasi sampah di Kota Tegal.

“Kami memiliki pabrik di Merak Provinsi Banten. Kami sudah bekerjasama dengan PT Kemasan Grub dalam rangka menangani sampah sampah plastik dan sterofom,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur PT Kemasan Grup, Wahyudi Sulistya yang hadir secara virtual. Pihaknya menyebut, hadirnya mesin predator di Kota Tegal, maka dapat mengurangi sampah plastik maupun sterofom. Dimana sampah tersebut dapat diolah menjadi briket seperti batubara sehingga bisa memiliki fungsi ekonomi. (*)

BERITA LAINNYA