Take a fresh look at your lifestyle.

Peringati HAN 2020, dr Agung Bagi Tips Merecharge Anak

189

TEGAL – Anak merupakan aset yang sangat berharga dan wajib kita jaga dengan sepenuh hati. Untuk itu, dibutuhkan perlakuan yang baik dan tepat dalam merawatnya. Seperti halnya memiliki sebuah smartphone, anak juga perlu mendapat energi (recharge) atau dicas.

Berikut enam metode recharge kepada anak yang dibagikan Dokter spesialis anak di Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Kasih Ibu, Kota Tegal, dr Agung Danar Restiono, SpA, MSc dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2020, Kamis (23/7) petang.

Metode yang pertama, anak perlu mendapat sentuhan dari orang tua, baik sentuhan ringan hingga sentuhan khusus. Kedua, perlu diberikan pelukan kepada anak pada momen tertentu. Ketiga, berikanlah ucapan yang baik setiap saat kepada putra-putri kita.

“Menyentuh pipi, menyentuh kepala sembari mengusap lembut. Kemudian mencium sembari mengajak berbicara yang baik setiap hari, itu bagian dari recharge untuk anak. Tidak hanya HP saja yang disentuh, dijaga dan digunakan setiap saat,” tukasnya saat ditemui SMPantura.com.

Berlanjut pada metode recharge keempat, sebagai orang tua, sudah sepantasnya kita memberikan doa yang terbaik untuk anak-anak kita. Tak ketinggalan, berikan mereka pujian yang positif dalam kondisi apapun yang masuk dalam metode kelima.

“Keenam, beri anak kita bantuan. Bisa misalnya bantuan dalam bentuk penghargaan atau reward. Tidak harus mahal, asal itu layak untuk mereka,” sambungnya.

Lebih lanjut dokter spesialis anak lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menyebut, jika kita masih memiliki anak kecil, cukup kiranya diberikan enam metode recharge tersebut hingga si anak mencapai usia tiga tahun.

Sebab, sambung dr Agung, anak juga merupakan perekam atau peniru terbaik di dunia. Apa yang kita lakukan setiap hari, dapat direkam mereka dengan cepat. Untuk itu, para orang tua harus bisa menjaga perilaku dan ucapan.

“Tidak perlu memberi perintah. Cukup kita memberikan contoh yang baik, sehingga daya rekamnya itu akan membantu dan dengan sendirinya mereka akan menirukan,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr Agung juga berpesan kepada orang tua untuk tidak memaksakan anak menjadi mesin untuk menggapai prestasi. Namun, perlu kiranya diberikan kasih sayang dan contoh yang cukup, sehingga anak-anak tetap berprestasi. Termasuk pula memahami bakat anak dan tidak membandingkan anak dengan yang lain.

“Karena semua anak itu unik. Tergantung kita bisa menemukan keunikannya apa tidak. Jika sudah ketemu, maka maksimalkan sebaik mungkin. Kuncinya, kita harus disiplin,” tutupnya. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA