Take a fresh look at your lifestyle.

Perguruan Tinggi Miliki Peran Strategis, Bangkitkan Pertumbuhan Ekonomi di Era Digital

159

USAI DISKUSI : Peserta FGD usai menggelar diskusi berfoto bersama jajaran pimpinan PHB Tegal, di depan Kafe Harber and Resto, di kompleks perguruan tinggi vokasi itu.(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

* FGD Masyarakat Ekonomi Digital dan PHB Tegal

TEGAL – Perguruan tinggi yang dihuni para pakar dan kalangan milenial, memiliki peran sangat strategis, dalam pembangunan perekonomian bangsa. Apalagi di era ekonomi digital, peran tersebut harus lebih nyata implementasikan ke masyarakat luas.

Sekelumit pemikiran itu, terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD), yang digelar Forum Masyarakat Ekonomi Digital (FMED) dan Prodi D3 Perhotelan Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tegal, di Kafe Harber and Resto, kompleks perguruan tinggi vokasi itu, Kamis (19/12).

CINDERAMATA : Ketua FMED Cristhoper Nugroho didampingi Direktur PHB Tegal Mc Chambali BEng EE MKom dan Ketua YPHB Khafdilah MS SKom SH MH, menunjukkan cinderamata yang diterimanya dari perguruan tinggi tersebut, sebelum diskusi dimulai.(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

Ketua FMED Cristhoper Nugroho mengatakan, banyak contoh yang dapat dilakukan perguruan tinggi seperti PHB Tegal. Antara lain, memberikan bimbingan dan pengawalan berkait penggunaan dana desa dan pelaporannya ke Kementerian Keuangan.

”Apakah dana desa ini mau digunakan untuk mendukung pembangungan fisik atau infrastruktur lainnya, atau digunakan untuk membantu pertumbuhan perekonomian di pedesaan agar lebih mengglobal lagi,” ucap dia.

Di desa banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang butuh tangan-tangan dingin civitas akademika perguruan tinggi. Terutama di sisi menjalankan pemasaran atau marketing.

Di era ekonomi digital sekarang ini, kata dia, peran perguruan tinggi akan sangat membantu. Apalagi dosen dan mahasiswanya yang menguasai teknologi informasi (TI). Dengan membuat suatu aplikasi yang mudah, ramah dan menarik, maka produk dari masyarakat pedesaan dapat dikenal secara luas.

‘Tinggal bagaimana mengelola perangkatnya seperti kebutuhan jaringan internet, juga brandwide-nya. Masyarakat di desa perlu diajari tentang internet secara lebih intens lagi agar lebih melek dibidang digitalisasi. Karena era milenial sangat berhubungan dengan dunia maya, dunia internet dan ekonomi digital,” ucap dia.

Tri Dharma

Menanggani hal itu, salah satu pengajar di Prodi D3 Akuntansi Hesty Widianti SE MSi mengatakan, kegiatan perguruan tinggi dalam rangka aktualisasi salah satu item Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat, telah banyak dilakukan.

”Untuk bimbingan dan pengawalan dan desa, telah dilakukan di sejumlah desa di Kabupaten Tegal dan Pemalang. Bahkan bagaimana mengelola sebuah data base di suatu kabupaten, kami juga sudah melakukan koordinasi dan kerjasama. Ini salah satu yang sudah kami lakukan,” ucap dia yang juga Humas PHB Tegal.

Mantan anggota dewan, yang juga pengusaha di perusahaan pengolahan teh di Kabupaten Tegal, Hartono mengatakan, kolaborasi antara wakil rakyat, perusahaan dan pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di masyarakat desa, sangat penting. Dia sudah melakukan hal itu, hingga kini terjun lagi mengelola perusahaan pengolah produk Teh Sosro.

Direktur PHB Tegal Mc Chambali BEng EE MKom didampingi Ketua Yayasan Pendidikan Harapan Bersama Khafdilah MS SKom SH MH, yang hadir di diskusi bertajuk ”Peran Strategis Perguruan Tinggi di Era Ekonomi Digital” mengatakan, sesuai dengan visi dan misi perguruan tingginya hingga 2020, sebenarnya peran seperti itu sudah ditunjukkan. Bahkan capaian visi misinya sudah 95 persen.

”Untuk visi misi hingga 2030, kami pada tahap 2015 sudah menargetkan visi globalisasi. Tak hanya mencermati bagaimana globalisasi sampai mempengaruhi pertumbuhan perekonomian di pedesaan, tapi bagaimana dari desa ekonomi ini bisa mengglobal. Ini yang tengah kami garap serius,” ucap dia.

Di sisi lain, dia juga mengungkapkan arah terbentuknya masyarakat ekonomi digital yang mengerucut pada kesejahteraan masyarakat. Antara lain, diwujudkan dengan perolehan pendapatan berbentuk uang, yang identik dengan produktivitas suatu usaha.

Keberadaan dinamika produktivitas juga berkait dengan industri kecil menengah atau UMKM. ”Saya setuju, untuk membangkitan produktivitas yang signifikan, butuh sentuhan marketing yang cerdas. Lebih penting lagi, kita harus mencintai produk-produk Indonesia,” ucap dia seperti menirukan ucapan direktur PT Maspion.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA