Take a fresh look at your lifestyle.

Percepat Penanganan Covid-19, DPRD Rasionalisasi Anggaran Kunker dan Reses

140

SLAWI – DPRD Kabupaten Tegal mendukung penuh percepatan penanganan Virus Korona (Covid-19) dengan merasionalisasi anggaran Kunjungan Kerja (Kunker) dan Reses Anggota DPRD Kabupaten Tegal. Namun, DPRD meminta adanya rincian penggunaan anggaran agar rasionalisasi bisa tepat sasaran.

“Kita lihat kebutuhan dan rincian anggarannya. Termasuk situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tegal,” Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PDI Perjuangam, Rustoyo, Minggu (12/4).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tegal itu mengatakan, total anggaran yang diajukan eksekutif dalam penanganan Virus Korona sekitar Rp 106 miliar. Anggaran tersebut harus dilihat secara detail, untuk apa dan bagaimana penggunaannya. Kendati anggaran untuk penanganan Virus Korona tidak ada batasannya, namun pengawasan penggunaan dari DPRD tetap melekat.

“Termasuk rasionalisasi anggaran DPRD yang sama dengan OPD sebesar 40 persen dari alokasi yang dianggarkan. Tapi, kami harus melilihat anggaran DPRD untuk apa saja dan penggunanya siapa?,” tanya Rustoyo.

Lebih lanjut dikatakan, sejauh ini DPRD telah merasionalisasi anggaran Kunker dan Reses. Namun untuk besaran anggaran yang dirasionalisasi masih dalam pembahasan. Ditargetkan, pekan ini sudah selesai pembahasan dan alokasi anggaran untuk tiga bulan kedepan. Pihaknya berharap sebelum tiga bulan, wabah virus ini sudah selesai. Namun demikian, pihaknya tetap mempersiapkan kemungkinan terburuk jika ada penambahan waktu penanganan hingga Oktober mendatang.

“Kami sangat berharap kepada masyarakat untuk patuh terhadap himbauan pemerintah,” pinta Rustoyo.

Data dari Gugus Covid-19 Kabupaten Tegal tertanggal 11 April 2020, warga Kabupaten Tegal yang positif terinfeksi Virus Korona sebanyak lima orang, dan satu diantaranya telah meninggal dunia. Sementara itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 79 orang yang meninggal dunia tiga orang, dirawat 18 orang, dan sembuh 58 orang. Sementara itu, Pelaku Perjalanan (PP) sebanyak 23.647 orang.

“Kami sangat prihatin, dan masyarakat mudik harus bisa membatasi diri dengan isolasi mandiri di rumah. Ini langkah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA