Take a fresh look at your lifestyle.

Perajin Sapu Sorgum Tegal Kewalahan Penuhi Pasar Ekspor

318

TEGAL – Pandemi tak menyurutkan produksi sapu tradisional berbahan baku tanaman sorgum di Kota Tegal. Bahkan, omzet sempat mengalami peningkatan dan pengusaha sapu sorgum kewalahan untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke beberapa negara.

“Alhamdulillah selama pandemi sempat ada peningkatan omzet dan kita sampai sekarang masih kewalahan memenuhi permintaan konsumen di luar negeri. Karena memang 95 persen produk laku di sana,” ungkap Kepala Produksi PT Kembar Bina Usaha, Ismi Yuliani saat ditemui baru-baru ini.

Ismi menyebutkan, destinasi pengiriman sapu sorgum secara dilakukan secara continue ke pangsa pasar di Yokohama, Tokyo, Jepang. Selama kurang lebih satu bulan, pihaknya harus mengirim minimal satu peti kemas.

Sedangkan pengiriman ke negara Korea, Taiwan hingga China, biasanya dilakukan dua bulan sekali dengan jumlah satu peti kemas. Produk kerajinan tangan dari Kota Bahari tersebut banyak diserap di negara-negara besar.

“Satu peti kemas berisi sekitar 8.000 unit sapu dengan berbagai jenis. Untuk saat ini, permintaan pasar itu tiga peti kemas selama sebulan. Tetapi kita baru bisa memenuhi satu setengah,” kata Ismi.

Selama pandemi, terhitung Februari hingga Desember 2020 terdapat peningkatan omzet. Namun, sejak Desember hingga saat ini terjadi cuaca buruk yang mengakibatkan para petani tanaman sorgum gagal panen.

Padahal, tanaman sorgum merupakan bahan baku utama untuk membuat sapu tradisional yang ramah lingkungan. Guna menyiasati, order sapu sorgum dialihkan pada sapu lidi dan black fiber atau kolang-kaling.

“Selama ini, bahan baku sorgum kita dapat dari petani dan juga budidaya secara mandiri, dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur. Untuk itu, ada sedikit kendala dalam memenuhi pasar ekspor,” beber Ismi. (T03-red)

BERITA LAINNYA