Take a fresh look at your lifestyle.

Penyandang Cacat Piawai Berteater

165

SLAWI – Berteater tidak cuma milik orang yang punya kesempurnaan fisik. Salah satu adalah sebuah kelompok/organisasi difabel (penyandang cacat), yang mengatas namakan dirinya Teater Cangkir. Dengan keterbatasan fisiknya, mereka mampu membawakan pertunjukkan lakon teater bertajuk Ayahku Pulang karya Usmar Ismail di Gedung Rakyat Balai Kesenian Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu.

Menurut Teaterwan Apito Lahire, Pementadan tersebut secara kontruksi dramatikanya runut, keaktorannya menerap kedekatan realis. “Inner aktinya wajar sesuai profosi para tokohnya. Mereka bermain secara lugas tidak terpengaruh oleh keterbatasan fisiknya yang tidak sempurna. Mereka cukup pede merayakan kegembiraannya dengan berteater,” tegas Apito.

Menurut dia, dengan adanya parade teater yang diselenggarakan oleh Teater Gemblong Syndicate, generasi berteater di wilayah Tegal tidak akan putus. Sementara itu, Ketua Teater Gemblong mengatakan, agenda parade teater ini sudah berlangsung untuk kedua kali. “Mudah-mudahan untuk tahun depan kami bisa menyelenggaraka serupa,” ujarnya.

Lakon Ayahku Pulang ini berkisah tentang Raden Saleh (Dede), seorang ayah yang tega meninggalkan istri (Tina) dan anak-anaknya yang masih kecil demi mengejar harta. Saat ayah pergi keadaan rumahtangga miskin papa. Saat itu Gumarto (Rama) masih umur 8 tahun, anak keduanya, Maimun (Diar) masih balita. Sedangkan putrinya yang ketiga, Muntarsih (Wiwi) masih dalam kandungan ibu. Sang ayah pergi merantau ke Singapura dan sukses di sana serta mendapatkan seorang janda yang kaya. Tapi, sungguh malang tokonya habis terbakar dan ia jadi terlunta-lunta. Kini setelah 20 tahun merantau memilih untuk kembali ke keluarganya yang lama. Namun kehadiran ayahnya ditolah oleh Gunarto. Sang ayah akhirnya memilih pergi. Tapi apa yang terjadi? Ketika anak keduanya menyusul ayahnya, ternyata ayahnya mengakhiri hidupnya dengan terjun ke jembatan.

Selain pementasan tersebut, tampil juga Teater03 SMA Negeri 3 Slawi mengangkat lakon Perempuan Naga karya/Sutradara Faiz Gemblong, Teater Sakral SMA N 1 Kramat, Teater Kramat, dan Teater Genting dari Kecamatan Warureja.

(hms/Red2)

BERITA LAINNYA