Take a fresh look at your lifestyle.

Penutupan Saluran Irigasi Diminta Segera Dibongkar

162
  • Digunakan Bagi Akses Pembangunan Pabrik

BREBES – Penutupan saluran irigasi di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, yang digunakan untuk akses pembangunan pabrik garmen, diminta segera dibongkar. Hal itu menyusul adanya keresahan masyarakat, khususnya petani di wilayah tersebut. Akibat saluran ditutup, masyarakat khawatir aliran air ke area persawahan tidak lancar, dan bisa menjadi pemicu banjir saat musim penghujan mendatang.

“Dari hasil cek ke lokasi, diketahui penutupan saluran itu dari awal tidak ada pemberitahuan apa pun, baik ke desa maupun ke kecamatan. Untuk itu, kami sarankan pihak pelaksana untuk berkoodinasi ke masyarakat dan segera dilakukan pembongkaran terhadap penutupan saluran irigasi itu. Ini karena masyarakat menghendaki agar aliran air lancar,” ungkap Camat Bulakamba, Sugeng Basuki saat dihubungi melalui telepon, terkait penutupan saluran irigasi tersebut, Senin (2/9).

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan pabrik di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, kini dikeluhkan warga sekitar. Sebab, dalam pelaksanaan pembangunan untuk perluasan pabrik garmen milik PT Daehan Global itu, menutup saluran irigasi yang menjadi sumber pengairan lahan pertanian warga. Parahnya lagi, penutupan saluran irigasi tersebut warga juga tidak pernah diajak musyawarah.

Sugeng Basuki mengatakan, pihaknya melakukan monitoring ke lokasi penutupan saluran, menyusul adanya keresahan masyarakat. Hasilnya ada dua saran yang diajukan kepala pelaksana sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Yakni, segera berkoordinasi dengan masyarakat dan penutupan saluran irigasi segera dibongkar. Selain itu, jika kondisinya dimungkinkan, masyarakat setempat meminta dibuat jembatan darurat. Apabila nantinya akses itu akan digunakan seterusnya, agar segera mengajukan permohonan pembuatan jembatan ke instansi terkait. “Kami sudah sampaikan ini, sejuahmana pelaksanaannya masih kita tunggu,” tandasnya.

Lebih lanjut dia sejauh ini belum ada perkembangan lebih lanjut. Bahkan, pihaknya mendorong agar segera berkoordinasi dengan masyarakat setempat. Itu dilakukan karena penutupan saluran irigasi tersebut bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. “Kemarin, informasinya ada perwakilan dari perusahaan yang meminta izin untuk proses pengurusan pembuatan jalan di samping saluran irigasi. Izin pengantar diajukan ke desa dan hingga kini kami belum mendapat laporan perkembangannya,” jelas dia.

(Setiawan/red2)

BERITA LAINNYA