Take a fresh look at your lifestyle.

Penutupan HUT RI Dimeriahkan Drama Kolosal

146

SLAWI – Penutupan Gebyar HUT RI ke-74 Kabupaten Tegal Tahun 2019, dimeriahkan drama kolosal di Taman Rakyat Slawi (Trasa), Sabtu malam (31/8). Drama kolosal itu dari Sanggar Aji Wiraga Ft Sangaji, Difabel Slawi Mandiri, dan Teater Jas Merah.

Drama kolosal tersebut mendapatkan sambutan meriah dari ratusan warga yang memadati Trasa Slawi. Penampilan para seniman Tegal itu, mempertunjukan sejarah perjuangan bangsa. Bahkan, decak kagum penonton tertuju pada penampilan Difabel Slawi Mandiri. Dengan keterbatasan, para difabel melakoni para pejuang yang mempertahankan Tanah Air.

Sebelum pertunjukan, Bupati Tegal Umi Azizah melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Abasari menyampaikan, pada Peringatan Ulang Tahun Indonesia, masyarakat menyambut meriah dengan berbagai perlombaan, dari perlombaan olahraga sampai kompetisi karnaval. Tak sekedar ajang perlombaan, jauh dari itu didalamnya terdapat pesan penting yang tersirat. Salah satunya, pada kompetisi olahraga terdapat jiwa sportifitas yang dapat ditumbuhkan.

“Terdapat kemanunggalan dan guyub rukun di dalamnya. Mentalitas seperti inilah yang hendaknya terus kita bangun, kita jaga dan lestarikan,” ujar Abasari.

Untuk itu, Abasari menyampaikan apresiasi kepada panitia Manis Cantik Creative yang telah berkontribusi ikut serta memeriahkan dan meramaikan Gebyar 74 Tahun Kemerdekaan RI dengan serangkaian kompetisi. Seperti yang diketahui, Manis Cantik Creative atau MCC telah menyelenggarakan berbagai acara dan kompetisi. Salah satunya, opening gebyar kemerdekaan, lomba futsal, Night Slawi Batik Carnival dan lomba basket ditutup dengan closing gebyar kemerdekaan.

Abasari melanjutkan, pada acara Night Slawi Batik Carnival, dirinya menyadari acara tersebut mendapat animo tinggi dari publik. Dirinya juga memandang Night Slawi Batik Carnival tak sekedar kompetisi peragaan busana kreatif atau semata-mata hiburan. Melainkan bagian dari cara Bangsa Indonesia menjaga, melestarikan warisan budaya.

“Mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan generasi muda kita pada produk dan karya anak negeri,” pungkasnya. (Wiwit/red05)

BERITA LAINNYA