Take a fresh look at your lifestyle.

Pengusaha Pulsa dan Istrinya Ditemukan Tewas di Rumah

Diduga Terkait Bisnis Love Bird

186

LEBAKSIU- Pengusaha pulsa “Berkah Tronik” Handi Purwanto (31) dan istrinya , Citrawati (25) ditemukan tewas mengenaskan di rumah sekaligus tempat usaha mereka, Rabu (29/7) dini hari.

Di depan rumah mereka tampak ceceran darah,  tapak kaki berwarna merah dan potongan rambut berwarna hitam. Ceceran darah ditemukan hingga di rumah tetangga yang berada di belakang rumah Handi Purwanto. Bekas darah tampak  jelas membekas di tembok depan dan lantai teras rumah tersebut.

Diduga pasangan suami istri tersebut dianiaya hingga kehilangan nyawa. Ironisnya, Citrawati diketahui sedang mengandung dengan usia kehamilan delapan bulan. Bayi dalam kandungannya tidak dapat diselamatkan.

Penganiayaan berujung hilangnya nyawa pasutri  dan janin dalam kandungan tersebut  disampaikan Kapolres Tegal AKBP M Iqbal Simatupang.

Peristiwa berdarah ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.30.  Kapolres menyebutkan, kejahatan itu ada kaitannya dengan kerjasama bisnis yang dilakukan antara korban dan tersangka.

“Motifnya, pelaku ada kerjasama jual  burung love bird dengan korban. Jadi mungkin di dalam kerjasama itu ada keterlambatan, pelaku sempat khilaf dan mendatangi korban, sempat terjadi  cekcok dan korban dianiaya  hingga tewas,”sebutnya.

Iqbal menambahkan, sebelum pelaku ke lokasi, pelaku sudah membawa sebilah pisau dan bensin. Hal ini masih didalami untuk mengetahui maksud pelaku membawa kedua barang tersebut. Dari olah TKP, barang-barang korban diketahui masih berada di tempatnya.

“Saat ini kasus masih dalam pengembangan ,”tutur Kapolres.

Dalam waktu singkat, polisi berhasil menangkap pelaku tindak kejahatan tersebut. Saat ini tersangka berinisial AS warga Desa Bogares, Kecamatan Pangkah telah diamankan di Polres Tegal.

Iqbal mengatakan, pagi itu juga dilakukan olah TKP oleh Satreskrim Polres Tegal. Olah TKP dilakukan dari lantai 2, lantai 1 rumah korban sampai di bagian belakang atau rumah tetangga.Beberapa barang bukti telah didapatkan dan diamankan dari tempat tersebut.

Sementara itu, kakek Handi Purwanto (67) saat ditemui di kamar jenazah RSUD Dr Soeselo Slawi mengatakan , pihak  keluarga berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai kejahatan yang dilakukan.

“Harapannya pelaku dihukum  sesuai hukum  berlaku dan seberat-beratnya. Utang pati nyaure pati,”tutur Ramli.

Ramli menyebutkan, dirinya mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 03.00 dini hari dari ayah Handi Purwanto, Sudarto.

Mendengar kabar tersebut, Ramli langsung bergegas ke rumah cucunya. Ternyata di tempat tersebut sudah dipasang garis polisi. Ramli menyebutkan terakhir kali bertemu cucunya sebulan lalu.

Menurutnya, sosok Handi adalah anak pendiam.  Sudah beberapa tahun ini, Handi  membuka usaha  jual pulsa dan servis handphone.

“Saya tidak tahu kalau Handi bisnis jual beli burung. Setahu saya berjualan pulsa,”ujarnya.

Handi dan Citrawati menikah setahun lalu. Dan saat ini tengah menanti kelahiran anak pertama mereka. Menurut Ramli, pihak keluarga akan memakamkan pasangan suami istri itu di TPU Duren Sawit, Kecamatan Lebaksiu. (Sari/Red-06)

 

 

 

 

 

BERITA LAINNYA