Take a fresh look at your lifestyle.

Penggunaan Senpi dan Penyidikan Jadi Sorotan

141

SOSIALISASI HUKUM : Wakapolres Tegal Kota Kompol Joko Wicaksono SSTPi didampingi Kabag Sumda Kompol Siti Murbani SH, saat memberikan sosialisasi hukum dihadapan penyidik dan personel lainnya markas kepolisian tersebut.(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

* Penanganan Kasus Diminta Lebih Proporsional

TEGAL – Penggunaan salah satu kekuatan peralatan, seperti senjata api (Senpi), dalam tugas di lapangan, dan proses penyidikan penanganan suatu kasus, menjadi sorotan Polres Tegal Kota, dalam mengadapi tantangan berbagai tindak kriminalitas tahun 2020.

Hal itu langsung diletupkan Wakapolres Tegal Kota Kompol Joko Wicaksono SSTPi, saat Sosialisasi dan Penyulihan Hukum, dihadapan sekitar 40 personel jajarannya, baik yang bertugas sebagai penyidik, maupun bertugas di satuan kerja lainnya, kemarin.

”Ini penting, karena penggunaan senpi bagi anggota atau personel kepolisian sudah ada aturannya. Siapa yang diizinkan memegang dan bagaimana penggunaannya, juga ada proses seleksinya. Jadi ini yang menjadi salah satu perhatian kami selaku pimpinan,” terang dia, didampingi Kabag Sumda Kompol Siti Murbani SH.

Demikian pula, bagaimana proses penyelidikan dilakukan hingga sampai tahap penyidikan. Meski semua penyidik di Sat Reskrim sudah memahaminya, hal itu tetap dan perlu diingatkan kembali. Hal itu sebenarnya telah diatur dalam Perkap Nomor 6 Tahun 2019.

Kegiatan tersebut yang dapat diartikan sebagai pembekalan dan sosialisasi hukum, juga melibatkan sejumlah personel lainnya, yang bukan penyidik.

Hal itu mengingat tugas kepolisian dalam melakukan penyelidikan, juga dapat dilakukan personel yang berada di satuan kerja lainnya. Selain itu, sebagai salah satu upaya menciptakan regenerasi penyidik handal di markas kepolisiannya.

Masih Terbatas

Sudah bukan rahasia lagi, jumlah personel polisi yang mengantongi sertifikasi penyidik masih sangat terbatas. Baik untuk tindak pidana khusus, seperti kasus korupsi, maupun tindak pidana umum.

Karena itulah lewat kegiatan bertajuk ”Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum” yang digelar secara khusus oleh Subbaghukum Bagsumda Polres Tegal Kota, diharapkan dapat memberikan pencerahan di bidang hukum bagi personelnya. Khususnya dengan tugas-tugas penyelidikan dan penyidikan.

Berkait dengan tantangan tugas kepolisian seperti itu, Kompol Joko Wicaksono mengingatkan soal penerimaan tunjangan kinerja atau Tunkin. Karena dengan adanya tunjangan tersebut yang telah diterima personelnya, diharapkan dalam melaksanakan tugas harus sesuai aturan dan setandar operasional (SOP) yang berlaku.

Sedangkan sosialisasi hukum yang disampaikan dalam kegiatan itu, juga berkait dengan Perkap Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Pemberian Tunjangan Kinerja Bagi Pegawai Negeri di lingkungan Polri. Perkap Nomor 01 Tahun 2009 Tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian, dan Perkap Nomor 06 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana.

”Tantangan kerja atau tugas-tugas kepolisian di era milenial sekarang, dan juga di tahun 2020 kian berat. Karena itulah perlu diimbangi dengan kecerdasan dalam bertindak dan bersikap, yang sesuai dengan SOP dan peraturan yang ada,” tandas dia.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA