Take a fresh look at your lifestyle.

Pengelola Karaoke dan Rumah Kos Dites Urine

206

TES URINE : Personel BNN Kota Tegal saat melakukan tes urine terhadap karyawan swasta. Tes urine tersebut sebagai salah satu upaya pencegahan peredaran narkoba di tengah-tengah masyarakat.(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

* BNN  Antisipasi Pesta Narkoba Tahun Baru
* Target Lima Kelurahan Bebas Narkoba 2020

TEGAL – Potensi penyalahgunaan narkoba seperti ganja, sabu dan inex atau obat-obatan terlarang dalam menyambut kedatangan tahun baru 2020, ditanggapi serius Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal.

Salah satunya dengan melakukan tes urine terhadap 10 pengelola tempat hiburan malam Karaoke dan empat pengelola rumah kos, Kamis (26/12). Langkah cepat dan strategis, seperti akan dilakukan secara bertahap terhadap pengelola tempat hiburan dan tempat kos lain, di waktu yang berbeda. Bahkan rencananya akan dilakukan pula terhadap pekerjanya seperti pemandu lagu (PL) dan penghuni kos.

”Ini bagian dari salah satu upaya mencegah peredaran atau penyalahgunaan berbagai jenis narkoba. Jadi tak hanya mengandalkan tindakan pemberantasan, tapi BNN memang lebih fokus kepada tindakan pencegahan,” terang Kepala BNN Kota Tegal, Igor Budi Mardiyono, Kamis (26/12).

Dia mengungkapkan, lembaga yang dipimpinnya, memang hanya ditarget ungkap satu kasus. Target tersebut sudah dilakukan. Kedepannya, untuk pengungkapan kasus akan dilakukan BNN Jateng. Sedangkan di daerah lebih difokuskan untuk melakukan upaya pencegahan dengan berbagai upaya positif dan membangun.

Sebagai bukti lembaga yang dipimpinnya kini terus meningkatkan pencegahan, antara lain, sepanjang 2019 lewat Tim Asesment Terpadi (TAT) yang melibatkan Dinkes, Rumah Sakit, dan Puskesmas, melakukan pembinaan agar pemakai atau pengguna narkoba tak ketagihan lagi dan secara bertahap dapat sembuh dari ketergantungan.

Itu ditunjukkan lewat kerja TAT, dan merujuk pada tugas maupun fungsi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkotika serta Perkursor Narkotika (P4GN), dengan melakukan rehabilitasi. Baik kepada pengguna maupun pemakai, dan para tersangka narkoba.

Pembinaan Rehabilitasi

Sepanjang 2019, kata dia, lembaganya telah memanggil 30 pasien. Terdiri atas 29 laki-laki dan satu wanita untuk dilakukan pembinaan dalam rangka rehabilitasi. Juga terhadap 10 orang tersangka, dengan melakukan visum terhadap tujuh orang tersangka kasus narkoba.

Sementara itu berkait dengan kegiatan tes narkoba, sepanjang tahun ini telah melakukan terhadap 196 pekerja swasta, 141 pegawai pemerintah, 147 pelajar dan 69 dari masyarakat umum.

Juga melakukan upaya sosialisasi tentang bahaya narkoba terhadap 15.087 pelajar dan mahasiswa , 589 pekerja swasta dan pemerintah dan 732 keluarga. Untuk masyarakat umum telah dilakukan terhadap 140.526 orang di Kota maupun Kabupaten Tegal, dan sekitar.

Dalam melaksanakan sosialisasi dan pencegahannya, BNN Kota Tegal, lanjut dia, juga menggandeng 80 pegiat antinarkoba, dan 166 relawan. ”Ya karena pekerjaan ini tak bisa dilakukan BNN sendirian,” ucap dia.

Bahkan kini lembaganya telah menargetkan lima wilayah kelurahan, bebas dari narkoba di tahun 2020. Kelima wilayah kelurahan dimaksud adalah, Kelurahan Panggung, dan Mintaragen (Masuk Kecamatan Tegal Timur), Kelurahan Tegalsari (Kecamatan Tegal Barat), Kelurahan Cabawan (Kecamatan Margadana) dan Kelurahan Randugunting Kecamatan Tegal Selatan.

Sebagai bentuk keseriusan BNN dalam fungsi dan tugasnya, personelnya telah dipagari dengan Program Pengendalian Gratifikasi. Itu diatur dalam Peraturan Kepala BNN RI No 11 Tahun 2017 Tentang Pengendalian Gratifikasi di BNN.

Juga diatur dalam UU No 31 Tahun 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. ”Ini bentuk keseriusan BNN dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika. Personelnya, anggotanya juga diawasi dengan undang-undang,” ucap dia.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA