Take a fresh look at your lifestyle.

Pengadaan Beras Mepet, Petani Lokal Tidak Bisa Kontribusi

162

SLAWI – Pengadaan beras bagi masyarakat yang berdampak Virus Korona (Covid-19) dari APBD Kabupaten Tegal dinilai terlalu mepet. Hal itu membuat petani lokal tidak memiliki kesempatan untuk menyuplai beras bantuan tersebut.

“Petani lokal mengeluh karena tidak bisa ikut kontribusi beras bantuan untuk masyarakat. Waktu pengadaan beras dari Bulog sangat mepet,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani, Selasa (28/4).

Dikatakan, keluhan petani lokal telah disampaikan ke Bulog Cabang Pekalongan. Pihak Bulog memberikan penjelasan bahwa Bulog mendapatkan pesanan dari Pemkab Tegal untuk pengadaan beras sangat mepet. Kondisi itu membuat Bulog hanya sedikit menyerap beras petani lokal untuk beras bantuan terdampak Korona.

“Harusnya ada jangka waktu Pemkab untuk pesan beras ke Bulog. Jangan hanya beberapa hari saja, karena Bulog juga butuh waktu untuk penyerap beras petani,” ujarnya.

Dijelaskan, Pemkab Tegal dan Bulog melakukan kerjasama pengadaan beras perbulan. Padahal, Pemkab sudah menganggarkan bantuan itu selama tiga bulan. Diharapkan, kerjasama bisa dilakukan sekaligus selama tiga bulan, sehingga Bulog memiliki cukup waktu untuk membeli beras petani lokal dan menyeleksi beras yang masuk sehingga kualitas beras bisa terjamin.

“Untuk Mei dan Juni, Bulog belum dapat kontraknya. Kalau mau ambil dari Bulog seharusnya kontrak sudah dipersiapkan jauh-jauh hari,” harap politisi Gerindra itu.

Rudi menilai kebijakan Bupati Tegal untuk kontradiktif. Artinya, Bupati meminta petani lokal untuk ikut kontribusi terhadap bantuan beras. Namun, jika kontrak dengan Bulog mepet, maka kebijakan itu tidak bisa dilakukan. Oleh karena itu, upaya percepatan kontrak dan kontrak selama tiga bulan sekaligus, dinilai akan membantu petani lokal untuk bisa suplai beras bantuan tersebut.

“Sebenarnya masyarakat Kabupaten Tegal tidak butuh bantuan, tapi butuhnya bagaimana caranya Covid-19 pergi dari Kabupaten Tegal. Saat ini, Gugus Tugas kayaknya lebih fokus dengan memberikan bantuan beras, tidak fokus dengan pencegahan Virus Korona,” jelasnya.

Rudi mengapresiasi kepada TNI dan Polri yang secara mandiri telah berbuat banyak untuk penanganan Covid-19. TNI tanpa bantuan APBN dan APBD telah membangun dapur umum, dan Polri juga swadaya membagikan sembako bagi masyarakat sekitar. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA