Take a fresh look at your lifestyle.

Penerimaan Peserta Didik di Saat Pandemik

Dr. Fahrudin Eko Hardiyanto, M.Pd.

284

 

Pandemi Covid-19 masih berlangsung dengan segala dinamika dan problematika yang harus dihadapi oleh warga bangsa ini, tak terkecuali pada bidang pendidikan. Bidang pendidikan dituntut mampu responsif dan adaptif menyikapi wabah yang sedang terjadi. Setelah disibukkan dengan model dan strategi pembelajaran dalam jaringan (daring/online), UNBK yang ditiadakan pelaksanaanya secara normal, kini dunia pendidikan harus menyiapkan diri terhadap dua hal terdekat yang menjadi agenda bersama yakni rencana pemerintah melalui gugus tugas covid-19 yang akan menerapkan era new normal dalam berbagai lini kehidupan secara bertahap. Kehidupan baru yang normal akan diberlakukan juga di lembaga-lembaga pendidikan. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan dilaksanakan kembali di ruang kelas dan tatap muka guru dan siswa secara langsung, tentu dengan penerapan protokol kesehatan dan keselamatan dari penyebaran virus. Protokol yang melindungi guru dan peserta didik dari penularan wabah. Mereka harus mendapat layanan terbaik saat KBM ini kembali dilaksanakan.
Selain agenda tersebut, rencana pemberlakuan era new normal juga menuntut sekolah menyikapi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan yakni mengusahakan seoptimal mungkin agar PPDB dilaksanakan secara online. PPDB online merupakan sistem yang dirancang untuk mengelola pendaftaran siswa baru jenjang TK, SD, SMP, SMK dan SMA mulai dari proses daftar, seleksi, hingga pengumuman hasil seleksi dilakukan secara online di rumah. Dengan demikian, orangtua dan calon peserta didik baru tidak perlu datang ke sekolah. Jika pun calon peserta didik baru dan orang tua harus ke sekolah maka juga tetap harus mengkuti protokol kesehatan.
Dalam siaran pers Rabu (20/5) di Jakarta Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad memaparkan bahwa PPDB tetap dilakukan tetapi didorong secara daring. Kalau tidak bisa secara daring, maka bisa secara kehadiran, tetapi protokol kesehatan itu harus dilaksanakan dengan ketat, yakni harus memakai masker, harus ada tempat cuci tangan, pembersih tangan (hand sanitizer), disinfektan dan tetap jaga jarak.
PPDB online dilaksanakan dengan empat jalur yaitu zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orangtua/wali, dan prestasi. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 44 tahun 2019 sudah diterbitkan. Permendikbud Nomor 44 tersebut berisi tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2020/2021 yang telah ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 10 Desember 2019.
Beberapa bagian yang penting dari Permendikbud tersebut yaitu PPDB 2020 dibagi menjadi 4 jalur penerimaan. Jalur Zonasi kuotanya turun menjadi minimum 50% sebelumnya 90% (2019). Jalur prestasi bisa mengisi hingga maksimal 30% daya tampung (sebelumnya hanya 15%), Jalur afirmasi kurang lebih sama dengan jalur siswa kurang mampu dan inklusi, dan Nilai UN bisa dijadikan salah satu kriteria dalam penerimaan lewat jalur prestasi.
Sekolah diharapkan memprioritaskan peserta didik yang memiliki kartu keluarga atau surat keterangan domisili dalam satu wilayah kabupaten/kota yang sama dengan sekolah asal. Penetapan wilayah zonasi dilakukan pada setiap jenjang oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya, dengan prinsip mendekatkan domisili peserta didik dengan sekolah. Semangat zonasi sangat mendukung program untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 khususnya di dunia pendidikan karena calon peserta didik baru relatif terpantau aktivitasnya di sebuah zona dengan segala penyikapannya. Orang tua tidak terlalu khawatir terhadap anaknya karena tidak berada jauh dari rumahnya. Kuota zonasi juga diperuntukkan bagi calon peserta didik baru penyandang disabilitas.
Calon peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu juga harus mendapat perhatian. Melalui jalur afirmasi, mereka dilindungi hak-haknya untuk tetap dapat mengenyam pendidikan. Sekolah bukan hanya milik mereka yang berharta namun juga mereka yang miskin dan tak cukup beaya. Pendidikan memang untuk semua. Tak boleh diskriminatif apalagi dengan beaya yang tak terjangkau oleh kaum tak berada. Calon peserta didik baru dapat menunjukkan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat atau daerah, seperti Kartu Indonesia Pintar atau sejenisnya. Bagaimana jika menggunakan surat keterangan palsu?. Kaya namun mengaku tak punya? Tentu ada sanksi secara hukum yang akan bicara.
PPDB juga mangakomodasi jalur perpindahan tugas orangtua/wali. Jalur ini mensyaratkan adanya surat perpindahan tugas orang tua dari instansi, lembaga, kantor atau perusahaan tempat orangtua bekerja. Kuota pada jalur ini termasuk bagi anak guru. Jalur lain yang dapat memperluas akses layanan pendidikan adalah jalur prestasi. Jalur prestasi dapat ditentukan melalui nilai Ujian Sekolah atau UN; dan/atau hasil perlombaan dan/atau penghargaan di bidang akademik maupun non-akademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, tingkat provinsi, dan/atau tingkat kabupaten/kota.
Meski wabah Korona masih berlagsung, semoga PPDB 2020 dapat diakses oleh seluruh anak bangsa dalam menapaki langkah baru di lembaga pendidikan yang baru pula. PPDB di era pandemi dengan visi humanisasi yakni akses dan perlindungan calon peserta didik baru dari ancaman virus. PPDB dengan protokol daftar sekolah bisa dari rumah namun tetap terlayani dengan mudah dan ramah. (Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Pekalongan)

BERITA LAINNYA