Take a fresh look at your lifestyle.

Penerima BPNT di Brebes Tinggal 120.000 KPM, Awal April Dicairkan

- Tiga Setengah Bulan Tak Diambil Hangus

118

BREBES, smpantura.com – Penerima Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) atau program bantuan sembako di Kabupaten Brebes tahun 2021 menurun drastis. Jumlahnya kini tinggal 120.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), baik untuk program reguler maupun perluasan. Padahal di tahun 2020 lalu, total penerima BPNT itu mencapai 223.000 KPM. Sesuai rencana proses pencairan bantuan sembako tersebut akan dilakukan secara serentak pada awal April mendatang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Masfuri menjelaskan, dibanding tahun 2020 lalu, jumlah penerima BPNT tahun ini mengalami penurunan cukup besar. Tahun lalu, total penerima bantuan itu mencapai 223.000 KPM, dengan rincian untuk program reguler sebanyak 138.000 KPM dan program peluasan sebanyak 85.000 KPM. Sedangkan di tahun 2021, baik dari program reguler dan perluasan jumlahnya hanya 120.000 KPM. Penurunan itu terjadi dari hasil verifikasi terbaru terhadap data penerima sebelumnya. Di mana, dalam verifikasi tersebut banyak kesalahan data. Di antaranya, penerima yang belum berumur 17 tahun, data penerima yang tidak valid hingga kartu penerima yang memang belum didistribusikan. “Dari verifikasi data ini, diketahui juga ada sekitar 38.000 KPM yang datanya harus kami perbaiki karena terjadi kesalahan,” terangnya.

Menurut dia, proses penyaluran BPNT di tahun 2021 memang mengalami keterlambatan. Selain karena adanya proses verifikasi data penerima, juga terjadi perpindahan bank penyalur. Di tahun 2020, bank penyalur untuk program BPNT reguler dilaksanakan BNI dan untuk program perluasan dilaksanakan Bank Mandiri. Sedangkan di tahun 2021, semua proses penyaluran bantuan dilakukan Bank Mandiri, baik untuk reguler dan perluasan. Sehingga diperlukan proses perpindahan dan penerbitan kartu penerima. Namun untuk program BPNT perluasan yang sejak awal ditangani Bank Mandiri, dana bantuan bulan Januari dan Februari sudah tersalurkan. Sedangkan pada bulan Maret, pemerintah memang melakukan pending penyaluran terkait adanya perpindahan tersebut. “Informasi terbaru yang kami terima, untuk dana bulan Maret ini sebenarnya sudah disiap, tetapi penyalurannya akan dibarengkan dengan bulan April, dan rencananya bisa dicairkan mulai awal April nanti. Sehingga bagi program reguler akan menerima empat bulan sekaligus, dan untuk perluasan menerima dua bulan sekaligus,” paparnya.

BISA HANGUS

Lebih lanjut dia menerangkan, dana bantuan BPNT yang disalurkan pemerintah langsung ke penerima melalui kartu sembako itu, mempunyai waktu kadaluarsa hingga tiga setengah bulan. Artinya, jika dana yang sudah disalurkan ke penerima tersebut tidak diambil dalam waktu kurang dari batas kadaluarsa tersebut, maka dana bantuan tidak bisa diambil atau atau hangus, dan akan dikembalikan ke pemerintah. “Karena itu, kami akan menyalurkan serentak pada awal April. Ini untuk mengantisipasi bantuan di bulan Januari agar tidak hangus, karena waktunya masih mencukupi,” pungkasnya.

(T07-red)

BERITA LAINNYA