Take a fresh look at your lifestyle.

Penerbitan Buku Harus Tetap Eksis

170

* Mukerwil V APPTI Jateng dan DIY

TEGAL – Ketua Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) Pusat Prof Aam Bastaman mengatakan, meski zaman telah berubah, dan sekarang masuk Era Digital yang dikuatkan dengan Era Industri 4.0, penerbitan buku dalam bentuk cetak, harus tetap eksis.
Karena buku cetak kertas adalah karya seni yang tak ternilai harganya. Dia merupakan identitas karya seseorang yang akan selalu diingat. ”Buku dalam bentuk cetak kertas, tetap memiliki nilai lebih, dibanding buku dalam bentuk digital yang bisa dilihat lewat personel komputer atau smartphone berbasis android,” ucap dia.
Menurut dia, zaman memang telah berubah. Tapi pendekatan dalam bentuk percetakan dan penerbitan buku, tetap harus dilakukan. Karena hal itu berkait dengan pentingnya budaya literasi baca buku cetak yang perlu terus ditingkatkan.
“Semoga hasil kegiatan ini dapat memunculkan ide dalam perkembangan APPTI ini. Selamat bermusyawarah semoga dapat memberi warna dalam perbukuan nasional”, terang Prof Aam Bastaman saat Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) V Jateng dan DIY, di Hotel Pesona Kota Tegal, kemarin.
Ketua Korwil APPTI Wilayah Jateng dan DIY Dr Yoseph Yapi Taum MHum mengatakan, berterima kasih ke UPS Tegal yang telah bersedia menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Di sisi lain, dia juga berharap kegiatan itu dapat menjadi ajang peningkatan kerja sama antarpenerbit perguruan tinggi di Jateng dan DIY. Kerja sama yang baik, diharapkan akan memperluas jejaring antaranggota organisasi tersebut, mitra industri dan pemerintah.
Pameran Buku
Lebih luas lagi, Dr Yapi mengungkapkan, kegiatan tersebut dan kerjasama yang telah terjalin baik, hendaknya dapat melahirkan publikasi karya-karya anggota dalam bentuk pameran buku.
Mukerwil yang engusung tema “Tantangan dan Peluang APPTI dalam Era Revolusi Industri 4.0”, dihadiri 40 anggota asosiasi tersebut. Juga perwakilan dari Korwil Jabar dan Jatim.
Menurut dia, sejak berdiri asosiati tersebut telah menunjukan peran dan kontribusi yang besar bagi perkembangan penerbitan, maupun percetakan di lingkungan perguruan tinggi di tanah air.
Kepala UPT Inovasi dan Publikasi Ilmiah UPS Tegal Arif Zainudin SIP MIP, yang juga Ketua Pelaksana Mukerwil V APPTI mengatakan, asosiasi tersebut telah berperan dalam perumusan UU Perbukuan.
Antara lain, telah menghasilkan beberapa peran dan fungsi strategis asosianya dalam peningkatan kualitas dunia penerbitan. Kegiatan itu, selain membahasa isu-isu penting dan peluang penerbitan kampus di Era Industri 4.0, juga untuk menyusun rencana kerja pengurus tahun 2019-2022.
Hal menarik dalam kegiatan itu, penyampaian materi dari dosen UPS Tegal yang juga Dekan Fakultas Hukum perguruan tinggi tersebut , Dr Irwan Hamzani MIH. Dia membeberkan materi tentang plagiatisme dari sisi hukum.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan sidang tiap komisi dan dilanjutkan pemaparan hasil. Di akhir kegiatan, peserta diajak mengunjungi sejumlah instansi pemerintah di Kota Tegal. Kemudian bersantai dengan menikmati objek wisata air panas Guci di Kabupaten Tegal.(Riyono Toepra/smpantura.com-red07)

BERITA LAINNYA