Take a fresh look at your lifestyle.

Pendataan Jaring Pengaman Sosial Minta Tepat Sasaran

161

SLAWI – Pemkab Tegal berencana membagikan bahan pokok kepada masyarakat yang terdampak wabah Virus Korona (Covid-19). Pembagian sembako yang masuk dalam Program Jaring Pengaman Sosial tersebut, diminta untuk tepat sasaran.

“Kami sangat mendukung program ini. Namun harus jelas kriteria warga yang mendapatkan bantuan tersebut,” kata Wakil Ketua Fraksi Demokrat Sejahtera (Desa) DPRD Kabupaten Tegal, Bakhrun saat bertemu dengan Bupati Tegal, Hj Umi Azizah di ruang kerja Bupati Tegal, Selasa (7/4).

Politisi asal PKS itu menuturkan, Program Jaring Pengaman sebagai upaya penanganan penanggulangan Covid-19 effect, diakui sangat dibutuhkan masyarakat. Wabah virus ini telah melemahkan ekonomi, bahkan banyak warga yang kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu, program tersebut sangat tepat dan diharapkan bisa membatu masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan akan diberikan selama 3 bulan. Saat ini, tengah dilakukan verifikasi dan validitas data,” ujarnya.

Menurut dia, verifikasi dan validitas data dilakukan oleh operator Basis Data Terpadu (BDT) terhadap Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pendataan tersebut melibatkan pemerintah desa, dan warga yang didata di luar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai.

“Syarat penerima bantuan, yakni warga yg sekarang tidak nemiliki penghasilan akibat pandemi, misalkan pemudik, tukang ojek, pedagang kaki lima, dan lainnya,” terangnya.

Bakhrun meminta warga miskin yang belum BDT untuk diprioritaskan masuk dalam data tersebut. Selain itu, pendataan juga harus disertai kriteria yang jelas, sehingga bisa tepat sasaran. Anggota DPRD dari Dapil III meliputi Kecamatan Suradadi, Kecamatan Kramat dan Kecamatan Warureja itu, meminta para petugas melakukan pendataan secara obyektif dan data harus valid.

“Validasi data sebagai kunci keberhasilan program ini,” pungkasnya. (Wiwit-redo3)

BERITA LAINNYA