Take a fresh look at your lifestyle.

Pendangkalan Kolam Pelabuhan dan Sungai Dikeluhkan Nelayan

49

TEGAL, smpantura.com – Pendangkalan kolam Pelabuhan dan beberapa muara sungai di Kota Bahari, menyulitkan para nelayan untuk beraktivitas. Bahkan, untuk pergi melaut, mereka harus berangkat lebih pagi dengan memanfaatkan air pasang.

“Kondisi ini dikeluhkan sejak beberapa tahun lalu. Namun, belum ada respon dari dinas terkait untuk memberikan solusi. Mau tidak mau, nelayan yang akan melaut harus berangkat lebih pagi atau menunggu air laut pasang,” ungkap Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, H Riswanto saat menggelar kegiatan sarapan ikan bersama Forkopimda dan OPD, kemarin.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tegal, Letkol Mar Ridwan Azis, Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari, perwakilan Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (KP3) Kota Tegal, nelayan HNSI, Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) serta sejumlah nelayan tradisional.

Menurut Riswanto, penanganan pendangkalan yang terjadi di kolam Pelabuhan Tegal, menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Tegal. Adapun keluhan pendangkalan, telah disuarakan sejak tiga tahun lalu oleh para nelayan.

Namun, sambung Riswanto, hingga saat ini belum ada solusi dari pemerintah. Selain terkendala pandemi, penanganan pendangkalan sesuai informasi yang diperoleh belum mendapat alokasi anggaran.

“Mungkin karena pandemi dan belum dianggarkan, sehingga belum ada solusi. Justru nanti akan ada pembangunan dermaga di utara TPI Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, dari DAK Provinsi,” bebernya.

Ditambahkan dia, dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi dari Polres Tegal Kota terkait antisipasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sebab, tidak dipungkiri kerap terjadi perdagangan manusia, khususnya penyaluran Anak Buah Kapal (ABK). (T03-red)

BERITA LAINNYA