Take a fresh look at your lifestyle.

Penanganan Virus Korona Masih Setengah-Setengah

155

SLAWI – Pencegahan Corona Korona (Covid-19) di Kabupaten Tegal dinilai masih setengah-setengah. Pasalnya, pencegahan yang dilakukan tidak tuntas, bahkan berpotensi meluasnya penyebaran Virus Korona. Warga perantau yang mudik ke kampung halaman, nyaris tidak diperiksa. Mereka hanya sebatas didata, lalu dipersilahkan pulang ke rumahnya masing-masing.

“Pencegahannya masih setengah-setengah. Belum ada penanganan yang maksimal,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Bakhrun, Selasa (31/3).

Dia mengungkapkan, jumlah perantau yang mudik di Kabupaten Tegal setiap hari semakin bertambah.  Hal ini membuat tenaga medis di puskesmas dan rumah sakit kewalahan. Mereka cenderung tidak memiliki Alat Pelindung Diri (APD) seperti baju astronot, masker, sepatu, helm dan lainnya. Sedangkan warga juga menghendaki kondisi tubuhnya untuk segera diperiksa.

“Ini yang jadi permasalahan. APD masih minim,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kepulangan para perantau itu sejatinya karena imbas dari penyebaran Korona. Di kota rantau, cenderung kepala daerah melakukan isolasi wilayah. Seperti di Jakarta dan kota-kota besar di Jawa Barat, sehingga mereka terpaksa pilih pulang kampung sebelum Lebaran. Selain itu, mereka juga dilarang untuk melakukan aktivitas usaha, sehingga memilih untuk pulang kampung.

“Mereka pulang karena tidak ada penghasilan. Saat pulang, mereka juga tidak diterima masyarakat dengan kondisi belum dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Upaya untuk mencegah penyebaran Korona, Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini mengimbau kepada warga perantau untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Selama itu, warga jangan berinteraksi dengan keluarga atau tetangga. Langkah ini yang bisa dilakukan mengingat pencegahan covid-19 di Kabupaten Tegal belum maksimal.

“Kalau di puskesmas atau rumah sakit kewalahan, sebaiknya warga perantau berdiam diri dulu di rumah. Kecuali mengalami gejala demam, batuk, flu dan sesak nafas, maka harus langsung periksa,” himbaunya.

Bakhrun meminta untuk sosialisasi dilakukan secara masif kepada masyarakat, khususnya yang baru pulang dari perantauan. Selain itu, Pemkab diminta untuk membuat posko di setia kecamatan untuk melakukan pemeriksaan bagi para perantauan.

“Puskesmas dan rumah sakit kalau didatangi warga perantauan jangan kerepotan. Mereka ingin jelas bahwa warga perantauan aman,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA