Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkot Tegal Terapkan PSBB 14 Hari

376

TEGAL – Terhitung 23 April 2020 mendatang Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Itu setelah diterimanya surat persetujuan PSBB dari Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Jumat (17/4) siang.

“Kita terapkan bertahap sebanyak dua kali. Untuk setiap tahap memiliki waktu 14 hari ditambah dengan persiapan. Jadi, semuanya dimulai 23 April 2020 hingga 23 Mei 2020,” ungkap Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono usai menggelar rapat internal di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, Jumat petang.

Dalam penerapan tersebut, nantinya hanya ada satu akses pintu masuk menuju Kota Tegal. Dimana 49 titik pintu masuk akan ditutup total dan dijaga oleh para petugas. Adapun pintu masuk tersebut berada di Jalan Proklamasi, tepatnya di depan Kantor Dinas Kesehatan setempat.

Sementara, sejumlah perkantoran akan diliburkan dan tempat makan tidak diperbolehkan melayani makanan di tempat. Nantinya, rumah makan hanya diperkenankan melayani pembeli secara online.

Dalam penerapannya, masyarakat juga tidak diperbolehkan berkerumun dalam jumlah banyak. Pada saat malam, masyarakat diminta tidak bepergian meninggalkan rumah.

“Waktu yang tersisa ini akan kami gunakan untuk sosialisasi kepada masyarakat. Selama PSBB, rencananya ruang publik maupun lampu penerangan jalan akan dipadamkan total hingga pagi. Ini untuk meminimalisir adanya aktivitas warga,” imbuhnya.

Ditambahkan Dedy, PSBB telah diatur oleh undang-undang. Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada warga untuk wajib mematuhi PSBB dengan baik.

Salurkan bantuan

Sebelum nantinya menutup seluruh akses masuk dan menerapkan PSBB, Pemkot Tegal terlebih dulu akan menyalurkan bantuan kepada warga dalam bentuk sembako. Bantuan tersebut disalurkan kepada Jaring Pengaman Sosial (JPS) guna memenuhi kebutuhan selama PSBB.

 “Senin mendatang rencanya kita bagikan bantuan untuk warga,” singkat Dedy.

Diambilnya kebijakan PSBB, sambung Dedy, mengingat sudah ada tiga warga Kota Tegal yang positif. Bahkan, Tegal menjadi central city karena banyak masyarakat sekitar yang berdatangan ke Kota Bahari dan menjadi kota rujukan penanganan Covid-19 dari beberapa daerah di Pantura Barat. (Haikal/red10)

BERITA LAINNYA