Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkot Minta Pedagang Pasar Sore Kosongkan Ruko

86

TEGAL – Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkota) Tegal dalam menangani sengketa sewa Ruko Pasar Sore semakin mengerucut. Setelah menandatangani nota kesepahaman, Pemkot melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal langsung memanggil para pedagang dan pihak pengembang, Kamis (23/7).

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengatakan, pihaknya telah menguasakan kasus Pasar Sore kepada Kejari. Untuk kemudian, dapat diselesaikan secara baik-baik. Sebab, masa sewa ruko milik Pemkot Tegal itu telah selesai pada 2012 lalu.

Dedy mengaku, telah melayangkan surat peringatan (SP) satu dan dua kepada pedagang. Namun, SP tersebut tidak diindahkan, sehingga pihaknya harus memanggil kembali para pedagang dan pihak pengembang melalui Kejari setempat.

“Saya berharap, pedagang bisa beritikad baik dan segera mengosongkan ruko yang ditempati. Karena kami akan mengamankan aset milik Pemerintah,” harap Dedy Yon.

Adapun batas pengosongan ruko tersebut diberikan hingga Minggu (26/7) dan Pemkot akan melakukan pengamanan aset pada Senin (27/7) dengan didampingi TNI Polri. Bahkan, untuk mematangkan proses tersebut, akan dilakukan rapat bersama Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) Kota Tegal.

Selain mengosongkan ruko yang berada di Jalan Letjend Suprapto, dalam kesempatan tersebut Dedy Yon juga memita pihak pedagang dan pengembang menyelesaikan kerugian yang terjadi sejak 2012 silam.

Disebutkan, kerugian yang dialami negara selama kurang lebih delapan tahun mampu mencapai Rp 1,7 miliar.

“Saya minta segera selesaikan kerugian Pemkot. Daripada nanti bermasalah dengan hukum. Kami juga akan memprioritaskan pedagang lama, apabila ingin kembali menampati ruko Pasar Sore,” tukasnya. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA