Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkot dan Kemen PUPR Tandatangani MoU Satrep

19

TEGAL, smpantura.com – Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) bersama Pemerintah Kota Tegal menandatangani nota kesepakatan pelaksanaan kegiatan Science and Technologi Research Partnership for Sustainable Development (Satrep), Selasa (12/10).

Kesepakatan yang ditandatangani di Puslitbang Perumahan dan Permukiman, Kementerian PUPR Bandung tersebut ditempuh, guna memenuhi kebutuhan perumahan bagi warga Kota Tegal, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal, H Dedy Yon Supriyono mengatakan, kebutuhan rumah di Kota Bahari, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR masih relatif cukup tinggi.

“Untuk memenuhi kebutuhan itu, dengan kondisi keterbatasan lahan di Kota Tegal, perlu diterapkan kebijakan penyediaan perumahan yang dapat memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat menyewa ataupun memiliki hunian,” ucap Dedy Yon.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy Yon juga menjelaskan salah satu program penyediaan perumahan di Kota Tegal adalah dengan penyediaan Rumah Susun Sederhana Sewa atau Rusunawa.

Lebih lanjut Dedy mengatakan, pembangunan Rusunawa merupakan buah kerja sama antara Kementerian PUPR dengan Pemkot Tegal, dalam rangka penyediaan perumahan bagi MBR.

“Kita sediakan rusunawa untuk MBR yang dapat disewa dalam waktu tertentu, dengan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan,” tegas Dedy Yon, didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Tegal, Eko Setiawan.

Selain itu, bentuk kerja sama lain antara Pemkot Tegal dengan Kementerian PUPR yakni peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh skala kawasan Segmen Siwatu dengan sumber dana dari World Bank (LOAN) di Kelurahan Tegalsari.

Pada lokasi tersebut, terdapat pekerjaan penataan permukiman warga di sepanjang bantaran Sungai Siwatu dengan membangun jalan Promenade selebar tiga meter. Sesuai rencana, pekerjaan ini akan selesai pada November tahun 2021.

“Sebagai tindak lanjut dari pekerjaan penataan Kawasan Kumuh Segmen Siwatu Kelurahan Tegalsari, kami berharap agar dapat dilanjutkan penataan sungai Siwatu dengan pembangunan ruang terbuka hijau dan Floating Market yang dapat menciptakan destinasi wisata baru di Kota Tegal dan meningkatkan perekonomian warga sekitar,” harap Wali Kota.

Sementara, Direktur Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Kementerian PUPR, Dian Irawati berjanji akan menyampaikan harapan Pemkot Tegal kepada Dirjen dan sebisa mungkin diteruskan ke Kementerian PUPR.

“Sebisa mungkin akan kami sampaikan ke Dirjen. Dirjen juga akan kami ajak melihat langsung penataan Kawasan Siwatu dan Floating Market, kami juga akan sampaikan ke Bapak Menteri,” tuturnya. (T03-red)

BERITA LAINNYA