Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkab Tegal Pesan 2.000 Pakaian Hazmat dari Pengusaha Lokal

138

SLAWI-Pakaian hazmat atau hazardous materials merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) penting yang digunakan tenaga medis saat menangani pasien yang terpapar virus Korona.  Sementara itu, keberadaannya kini terbatas. Akibatnya, banyak tenaga medis yang terpaksa mengenakan pakaian seadanya, seperti jas hujan yang tidak memenuhi standar keselamatan.

Di tengah sulitnya mendapatkan pakaian hazmat atau hazardous materials sebagai alat pelindung diri bagi petugas medis untuk mencegah kontaminasi virus Korona, Pemerintah Kabupaten Tegal telah memesan sedikitnya 2.000 hazmat dari pengusaha lokal.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiadji usai mengikuti rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,  Senin (30/3) siang.

Hendadi mengatakan, bahan dasar untuk pembuatan salah satu alat pelindung diri (APD) ini dipesan khusus dari Jakarta dan Bandung.  Bahannya terbuat dari polypropylene spunbound dan rancangan desainnya seperti yang biasa dipakai petugas medis di ruang isolasi.

Proses pembuatan pakaian ini, seluruhnya akan dikerjakan penjahit konveksi lokal di Desa Banjaran, Kecamatan Adiwerna.

Hendadi menuturkan, pemberdayaan sektor UMKM juga ditujukan agar perekonomian warga di bawah tetap bergerak, di tengah merebaknya wabah Korona.

Pembuatan hazmat dibiayai oleh dana takterduga APBD Kabupaten Tegal tahun 2020. Rencananya pakaian berwarna putih ini diperuntukkan bagi tenaga medis di RSUD dr Soeselo Slawi dan seluruh rumah sakit lain yang merawat pasien dalam pengawasan (PDP) Korona.

Sementara dari keseluruhan jumlah pakaian yang dipesan, 170 set Hazmat sudah diterima kemarin siang. Hendadi mengungkapkan, sebelum pakaian tersebut digunakan, akan disterilisasi terlebih dulu di rumah sakit. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA