Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkab Tegal Perlu Lindungi Produk Lokal

112

SLAWI – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Tegal tengah merancang Perda tentang Perlindungan Produk Lokal. Hal itu dilakukan untuk melindungi produk lokal agar terap eksis dan berkembang pesat. Selain itu, juga dibutuhkan kepemilikan hak atas kekayaan intelektual dan sertifikasi produk lokal.

“Di era digital, perlu perlindungan produk lokal. Tujuannya agar produk lokal bisa bersaing dan bertahan di pasaran,” kata Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Tegal, H Bakhrun SH MKn, Rabu (17/3).

Dikatakan, perlindungan produk lokal butuh perhatian pemerintah. Produk Lokal yang ada di Kabupaten Teg perlu disupport eksistensinya melalui pemberdayaan, peningkatan SDM, kualitas produk dan fasilitasi pemasaran agar tetap bertahan.

“Pemberdayaan produk lokal dilakukan dengan memfasilitasi penyediaan bahan baku produksi yang berkelanjutan. Bahan baku itu diperoleh dari usaha lokal dan menggunakan tenaga kerja lokal,” ujar politisi PKS itu.

Selain itu, lanjut dia, untuk peningkatatan SDM dibutuhkan bimbingan teknis produksi dan manajemen usaha. Pemkab diminta untuk melakukan pelatihan pada pelaku usaha lokal dalam meningkatkan kualitas hasil produksi. Dalam hal eksistensi produk lokal, dibutuhkan kemudahan dalam pelayanan perizinan.

“Pemkab harus fasilitasi kepemilikan hak atas kekayaan intelektual dan sertifikasi,” tegas Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal itu.

Ditambahkan, fasilitasi pemasaran produk lokal, juga harus dilakukan. Misalkan, kacang bogares, pilus, dan produk kerajinan lainnya, bisa masuk di pasar modern. Tak kalah penting, memasarkan produk batik Tegalan dan industri kerajinan logam yang menjadi produk unggulan Kabupaten Tegal.

Point-point itu yang nantinya masuk dalam Perda Perlindungan Produk Lokal. Saat ini, Bapemperda sedang merancang perda itu,” pungkasnya. (T05-red)

BERITA LAINNYA