Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkab Tegal Hanya Akan Tutup Tempat Wisata

- Gerakan Jateng di Rumah Saja

43

SLAWI – Kabupaten Tegal mendukung Gerakan Jateng di Rumah Saja, yang menjadi program Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Namun untuk pelaksanaannya, Kabupaten Tegal memilih hanya akan menutup tempat pariwisata selama dua hari, serta melakukan pengetatan operasi yustisi dipusat-pusat keramaian.

Hal ini ditegaskan Sekda Kabupaten Tegal Joko Mulyono, setelah mengikuti video konferensi bersama Sekretaris Daerah Jawa Tengah Prasetyo Ariwibowo dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, Selasa (2/2) di Rumah Dinas Bupati Tegal tentang gerakan “Jateng di Rumah Saja”.

Dalam rapat yang diadakan secara daring tersebut, Prasetyo menyampaikan, gerakan Jateng di Rumah Saja merupakan imbauan untuk seluruh warga Jawa Tengah agar tetap berada di rumah saja selama dua hari pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 6 dan 7 Februari 2021 guna menekan angka kasus Covid-19 yang masih tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Joko menginstruksikan Kepala OPD untuk  bersiap-siap mendukung gerakan tersebut. “Kita pilih opsi menutup tempat-tempat wisata dan operasi yustisi digencarkan, lalu untuk pasar akan disiapkan posko yang nantinya diisi petugas gabungan yang akan berpatroli rutin ke dalam pasar guna mengingatkan disiplin protokol kesehatan baik pedagang maupun pembeli,” ujar Joko.

Joko juga meminta, gerakan Jateng di rumah saja, harus disosialisasikan secara masif dan terjadwal mulai saat ini. Tetapi Joko juga mengingatkan, pelaksanaan gerakan ini harus disesuaikan dengan kearifan lokal.
“Pada intinya kita sepakat dengan Pemprov Jateng,” kata Joko.

Menyikapi perintah penutupan tempat wisata, Kepala Dinas Pemuda,Olahraga dan Pariwisata kabupaten Tegal, Saidno mengatakan pihaknya siap melaksanakan keputusan tersebut. Walau pernah beberapa kali dilakukan penutupan disektor wisata, Saidno tetap meminta dilakukan sosialisasi kepada pelaku usaha pariwisata, terutama wisata desa. Hal tersebut harus dilakukan karena biasanya mereka mengandalkan penghasilan saat akhir pekan.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Suharinto menyampaikan, dengan karakter masyarakat Kabupaten Tegal, peran serta tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam mensosialisasikan gerakan ini. Pihaknya juga akan terus melaksanakan operasi yustisi secara berkala. “Dengan menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat akan memudahkan kita melaksanakan gerakan Jateng di Rumah Saja,” imbuh Suharinto.

Menyikapi pengetatan protokol kesehatan khususnya d llingkungan pasar, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Suspriyanti mengatakan, pihaknya siap menyediakan pos di beberapa pasar untuk diisi satgas penanganan Covid-19 dari paguyuban serta petugas gabungan. Tak hanya berjaga, Suspriyanti juga meminta kepada petugas untuk melakukan patroli berkala ke dalam pasar.

Adapun BPBD dan Dishub siap mengerahkan SDM untuk menyukseskan gerakan ini, bahkan BPBD Kabupaten Tegal juga akan mengerahkan relawan. (*)

BERITA LAINNYA