Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkab Tegal Hadirkan Trasa Co Working Space

212

SLAWI-Sebagai salah satu upaya mengembangkan industri kreatif serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),

Pemerintah Kabupaten Tegal menghadirkan fasilitas Ruang Kerja Bersama Trasa Co Working Space atau disingkat Tracking Space.

Tracking Space diresmikan Sabtu (29/2) malam oleh Bupati Tegal, Umi Azizah dan dihadiri Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah  Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati mewakili Gubernur Jawa Tengah , Ganjar Pranowo yang berhalangan hadir.

Hadir pula Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie, Sekretaris Daerah, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tegal, wirausaha pemuda dan organisasi kemasyarakatan.

Umi Azizah mengatakan, Tracking Space dipersembahkan  bagi para pengusaha, para pelaku UMKM dan milenial muda untuk mengembangkan literasinya digital dan membangun jejaring bisnisnya. Termasuk anak-anak muda, wirausahawan muda pemula yang sedang merintis usahanya lewat pemasaran digital.

Meski baru diresmikan, saat ini sudah ada yang menggunakan fasilitas Tracking Space untuk kelas desain grafis, kelas digital marketing, dan workshop pembuatan konten yang marketable.

“ Tracking Space ini adalah ruang kerja bersama, ruang kreatif yang kita sediakan untuk komunitas warga, individu pelaku usaha atau siapa saja yang memerlukan suasana nyaman dengan konektifitas internet berkecepatan tinggi untuk bekerja dan belajar,”tutur Umi.

Fasilitas ini disediakan gratis. Ada fasilitas ruang meeting yang representatif, lengkap dengan perlengkapan audio visualnya modern.

Umi menegaskan, fasilitas ini dapat dipakai untuk melakukan temu bisnis dengan klien, pembeli maupun pemodal.

“Yang penting bisnisnya jelas, positif dan sudah terdaftar sebagai member serta kooperatif untuk kita monitor perkembangan usahanya,”imbuhnya.

Kehadiran Tracking Space yang berada di Jalan A Yani Nomor 7 Slawi, Kabupaten Tegal ini sekaligus menangkap peluang bonus demografi agar tidak terjadi bencana demografi.

Data data BPS tahun 2018 menyebutkan, setengah atau 50,62 persen populasi penduduk Kabupaten Tegal adalah berusia di bawah 30 tahun, dimana populasi usia kerjanya pun terus meningkat dan tentunya mereka butuh kerja.

Hal ini menjadi tugas bersama untuk menciptakan lapangan kerja, membangun iklim yang memudahkan mereka untuk berwirausaha, terlebih peluang berusaha era media sosial ini sangat terbuka luas.

“Sehingga kita perlu sediakan ruang dan fasilitas yang bisa mewadahi komunitas anak-anak muda untuk bergerak maju memenangkan kompetisi di pasar digital,”tutur Umi.

Umi menyatakan, dirinya senang karena fasilitas Tracking Space yang pembangunannya dirintis bersama Ki Enthus Susmono akhirnya dapat dimanfaatkan kaum milenial. Pembangunan dilakukan pada tahun 2018 dan 2019.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati menyebutkan, co working space adalah tempat untuk berkolaborasi.

Semua komunitas berkumpul di tempat ini untuk kerja sama dan mengembangkan bisnis startup.

Ema mendorong hadirnya co working space di Jawa Tengah. Fasilitas ini bisa disediakan oleh pemerintah daerah maupun perusahaan. Dengan adanya fasilitas  tersebut, anak muda bekerja tidak perlu kantor lagi karena dapat memanfaatkan co working space.

“Ayo anak muda ke Tracking Space, manfaatkan sebaik-baiknya co working space ini,”sebutnya.

Pada acara tersebut, dipamerkan sejumlan produk UMKM Kabupaten Tegal, seperti ecoprint, teknik mempola bahan atau kain menggunakan bahan alam. Kemudian,  makanan kecil, kopi, kaos distro, kacamata kayu, tas kayu dan salad buah.

Peresmian Tracking Space berlangsung meriah dengan hadirnya Grup Band Fortune, yang menghibur tamu undangan dengan lagi-lagu Campursari yang sedang viral saat ini.(Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA