Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkab Tegal Gelontorkan Rp 2,5 Miliar Untuk KURDa PT BPR Bank TGR

54

SLAWI – Di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Tegal menggelontorkan dana senilai Rp 2,5 miliar kepada PT BPR Bank Tegal Gotong Royong (Perseroda) untuk program kredit usaha rakyat daerah (KURDa).

Pemberian dana stimulus yang dilakukan menjelang bulan Ramadan ini, diharapkan dapat membantu perekonomian daerah agar pemulihan ekonomi semakin baik. “Timing peluncuran KURDa ini menjadi waktu yang tepat karena ada momentum Ramadan dan Lebaran nanti, di mana diperkirakan permintaan domestik khusus konsumsi rumah tangga akan meningkat,” terang Bupati Tegal Umi Azizah pada launching KURDa dan Perubahan Badan Hukum PD BPR Bank TGR menjadi PT BPR Bank TGR , di Pendapa Amangkurat, Rabu (3/3).

Stimulus berupa kredit usaha rakyat, kata Umi, diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro. Diharapkan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dan membantu UMKM yang membutuhkan modal kerja.

Umi menegaskan KURDa merupakan kredit dengan suku pinjaman rendah, bukan nol persen apalagi hibah. Adapun plafon pinjamannya maksimal Rp 25 juta.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal Ludy Arlianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap implementasi KURDa. “KURDa Kabupaten Tegal merupakan program inisiatif dan pionir pengembangan UMKM pertama di Wilayah Eks Karesidenan Pekalongan yang mempergunakan penyertaan modal kepada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai sumber pendanaannya. Untuk itu, hal ini dapat pula menjadi role model bagi Pemerintah Daerah lainuntuk ambil bagian dalam program pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Ludy.

KURDa bersumberdari penyertaan modal sebesar Rp2,5 miliar yang ditempatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal selaku pemegang saham tunggal kepada PT BPR Tegal Gotong Royong (Perseroda).
Direktur Utama PT BPR Tegal Gotong Royong (Perseroda) Ahmad Effendi ZN mengungkapkan komitmennya dalam mengelola penyertaan modal tersebut agar tepat guna dan tepat sasaran.

“BPR sebagai lembaga intermediasi bertanggungjawab atas penyertaan modal pemerintah, penghimpunan dana pihak ketiga serta penyalurannya kepada masyarakat. Untuk itu,KURDa akan disalurkan secara selektif kepada para pelaku UMKM dan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian,” tambahnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Efendi menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan, pembinaan, peningkatan kemampuan manajerial dan pemanfaatan teknologi informasi bagi pelaku usaha.
“Setiap nasabah akan kami himpun dalam suatu wadah untuk pembinaan dan pengembangan yang lebih terorganisir dalam Komunitas Pengusaha Mikro Kabupaten Tegal atau KPMKT,” imbuhnya.

Adapun syarat dan ketentuan produk KURDa sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan Direksi PT BPR Tegal Gotong Royong (Perseroda) Nomor 120/KEP.DIR/B.TGR/II/2021 memiliki beberapa kriteria yakni debitur adalah pelaku UMKM yang berdomisili dan menjalankan usaha di Kabupaten Tegal, plafon kredit maksimal sampai dengan Rp25 juta, suku bunga sebesar 6% per tahun anuitas, dan jangka waktu mencapai 36 bulan. Dengan penerapan skema KURDa tersebut diharapkan dapat memantik semangat UMKM untuk meningkatkan daya jualnya.

BERITA LAINNYA