Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkab Tegal Gelontorkan Bantuan Beras Bagi 3.132 KPM Terdampak PPKM Darurat

58

SLAWI,smpantura.com – Pemerintah Kabupaten Tegal menggelontorkan bantuan pangan beras bagi 3.132 keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat tahun 2021.

Bupati Tegal Umi Azizah pada saat meluncurkan bantuan sosial jaring pengaman sosial di Gudang Bulog Procot, Slawi, mengatakan, bantuan tersebut diberikan kepada pekerja seni dan pedagang kaki lima dan warga yang sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19. Setiap KPM mendapat bantuan beras premium sebanyak 20 kilogram.

Pada hari itu, bantuan beras didistribusikan ke empat kecamatan, yakni Kecamatan Slawi, Lebaksiu, Dukuhwaru dan Warureja. “Bantuan ini dikeluarkan untuk mengurangi beban pengeluaran terutama dalam mencukupi kebutuhan pangan di masa PPKM darurat dan penyebaran Covid-19,”terang Umi.

Umi menegaskan tidak semua daerah memberikan bantuan sosial pangan bagiw argterdampak PPKM darurat.
“Kami sudah koordinasi dengan Dinas Sosial , tergantung kemampuan daerah,”tegas Umi, pada acara yang dihadiri anggota Forkopimda Kabupaten Tegal, Kepala Bulog dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal Nurhayati mengatakan, bantuan beras premium itu akan diberikan kepada 1.983 pedagang kaki lima dan pekerja terdampak PPKM darurat, serta 1.149 KPM bagi keluarga yang sedang menjalankan isolasi mandiri yang terkonfirmasi positif Covid-19.“Sasaran bansos jaring pengaman sosial ini pedagang kecil (PKL) di Guci, Purwahamba Indah, GOR Trisanja, area publik Trasa,Alun-Alun Hanggawana, terminal, dan depan rumah dinas bupati dan PKL Slawi. Kemudian juru parkir dan pekerja bidang seni di wilayah obyek wisata yang ditutup termasuk area publik, dan warga yang sedang isoman,”jelas Nurhayati.

Menurutnya, bansos pangan beras senilai Rp 656.339.000 ini bersumber dari alokasi belanja tidak terduga (BTT) APBD Kabupaten Tegal tahun anggaran 2021.Nurhayati menjelaskan, penerima bantuan sebelumnya sudah didata oleh instansi pembina seperti Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (DisdagkopUKM) Kabupaten Tegal, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal.

“Untuk menentukan target penerima manfaat saat ini memang tidak bisa dilakukan pendaftaran secara suka rela dari desa ataupun warga, melainkan melibatkan dinas terkait karena waktu penetapan kebijakan PPKM darurat yang sangat singkat,” kata Nurhayati.

Adapun bantuan beras ini akan didistribusikan lewat pemerintah desa di 18 kecamatan mulai tanggal 14 Juli sampai 17 Juli 2021 .Adapun bantuan bagi masyarakat yang sedang menjalankan isoman, syarat dan alurnya masih sama seperti sebelumnya, dimana pemerintah desa mendata warga yang sedang menjalankan isoman dengan disertakan surat keterangan terkonfirmasi positif dari Puskesmas dan menyerahkannya kepada Dinsos Kabupaten Tegal.

Selain dari Pemkab Tegal, bantuan paket sembako juga diberikan oleh Bank Jateng sebanyak 600 paket dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal sebanyak 100 paket.

Selain itu, dalam waktu dekat juga akan diberikan bantuan dari pusat berupa beras 10 kg bagi 69.974 KPM peserta program keluarga harapan (PKH) dan bantuan sosial tunai kepada 20.418 KPM. Penyaluran pada bulan Juli 2021 ini direncanakan setelah lebaran Idul Adha.

Selanjutnya bantuan dari pusat berupa bantuan sosial pangan/sembako bagi 132.075 KPM dan bantuan bersumber dari provinsi Jateng bagi 1.210 KPM peserta kartu jateng sejahtera. Bantuan sosial JPS disambut oleh salah seorangpekerja seni Imam Joend . Setidaknya bantuan tersebut mengurangi beban para pekerja seni yang terdampak PPKM darurat 2021.

“Seniman pertama yang terkena dampak pandemi Covid-19 . Dengan adanya PPKM darurat tambah parah lagi. Dapat beras, ya kami syukuri, meskipun ini tidak membantu keseluruhan tapi setidaknya meringnkan,”ujarnya. (T04-Red)

BERITA LAINNYA