Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkab Tegal Canangkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

-Delapan OPD Jadi Percontohan

176

SLAWI- Bupati Tegal, Umi Azizah resmi mencanangkan zona integritas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM)  di Gedung Amarta, Ruang Rapat  Lantai II, Rabu (12/2).

Hadir dalam kegiatan tersebut,  Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang, Kasi Intelegen Kejaksaaan Negeri Kabupaten Tegal, Iyus Hendayana dan perwakilan dari 48 OPD.

Menurut  Umi Azizah, pencanangan zona integritas  merupakan bagian dari cara mengatasi berbagai persoalan birokrasi. Adanya perubahan pola pikir dan budaya kerja yang berorientasi pelayanan masyarakat sebagai kunci keberhasilan implementasi zona integritas.

Pada tahun 2020 ini, terdapat delapan OPD yang diusulkan sebagai calon unit kerja berpredikat menuju WBK dan WBBM dalam rangka pembangunan zona integritas. Yakni RSUD dr Soeselo, RSUD Suradadi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) , Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.  Puskesmas Kecamatan Slawi,  Puskesmas Pangkah, Puskesmas Balapulang dan Puskesmas Bumijawa.

Pada kesempatan tersebut, Umi menyampaikan pesan khusus terkait dengan pembangunan zona integritas di lingkungan RSUD dr Soeselo Slawi.

Umi menginginkan ada perubahan nyata di sektor frontliner , terutama di layanan IGD. Hal ini karena sudah dua kali RSUD dimasukkan sebagai pelaksanaan zona integritas tapi belum berhasil.

“Pak direktur tidak perlu ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas kepada para pegawainya yang tidak menerapkan pola-pola pelayanan prima, tidak ramah dan tidak menggunakan sistem informasi ketersediaan ruang rawat inap sehingga pasien merasa ditelantarkan selama berjam-jam karena menunggu ruangan kosong,”tegasnya.

Untuk itu, Umi menyarankan adanya penambahan kamera CCTV yang memantau kerja pegawai rumah sakit , sehingga saat  memberi sanksi,  semuanya terukur dengan bukti yang ada.

Lebih lanjut, Umi menyampaikan, muara dari zona integritas  adalah layanan yang bermutu. Layanan yang semakin baik yang mampu mencegah terjadinya praktik korupsi ataupun penyalahgunaan kewenangan.

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Tegal ,Solikhin mengatakan, pembangunan zona integritasdi Kabupaten Tegal sudah dimulai sejak tahun 2017.Dimana selama tiga tahun berturut-turut RSUD dr Soeselo Slawi diusulkan ke Kementerian PAN dan RB sebagai calon unit kerja berpredikat menuju wilayah bebas dari korupsi, namun belum memperoleh hasil yang cukup memuaskan.

Solikhin menyebutkan, pada  tahun 2020 terdapat delapan OPD yang diusulkan sebagai calon unit kerja  berpredikat menuju WBK/WBBM dalam rangka pembangunan zona integritas terdiri atas, RSUD dr Soeselo, RSUD Suradadi, Dinas PMPTSP, Dinas Dukcapil, Puskesmas Kecamatan Slawi, Puskesmas Pangkah, Puskemas  Balapulang dan Puskesmas Bumijawa. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA