Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkab Pekalongan Klaim Dukung Pengembangan Pendidikan

162

KAJEN- Pemkab Pekalongan mengklaim mendukung sektor pengembangan pendidikan di Kota Santri untuk kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan selama ini.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, pendidikan era sekarang harus terus menerus menjawab tantangan zaman agar pendidikan yang sudah diwariskan oleh para leluhur sesuai kebutuhan.

“Untuk mendukung pendidikan sendiri, Pemkab Pekalongan telah menghilangkan dikotomi antara sekolah swasta dengan sekolah negeri. Sehingga sekarang pencapaian tujuannya tergantung dari pengelola sekolah agar lebih unggul, kompetitif dan komparatif serta tampil menarik. Dengan begitu, akan menarik minat para orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya,” katanya.

Menurutnya, pendidikan itu harus memiliki proses yang baik agar hasilnya juga baik. Untuk kebijakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan sendiri terhadap sekolah swasta tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya pemerintah juga telah memberikan insentif kepada para guru swasta sekitar 3.857 orang yang dimulai pada masa pemerintahan kedua tahun dirinya menjabat.

“Kami berusaha merealisasikan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan di dunia pendidikan. Termasuk memberikan insentif untuk kesejahteraan guru di sekolah negeri sebanyak 1.913 orang dan memberikan beasiswa kepada 200 orang mahasiswa,” ucapnya.

Lainnya adalah pemberian manfaat kartu Indonesia sehat kepada 7.609 orang, penerima operasional yang putus sekolah atau kudu sekolah sekitar 700 orang sehingga totalnya ada 14.279 orang yang terafirmasi politik untuk penguatan pendidikan di Kabupaten Pekalongan.

“Untuk nilai pemberian kesejahteraan guru mencapai sekitar Rp 12 miliar dan alokasi beasiswa mahasiswa sekitar Rp 1 miliar. Oleh karena itu untuk mewujudkan cita-cita pendidikan antara pemerintah dan swasta harus saling bersinergi, sebagaimana ibarat gambar mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Ini saatnya kita saling melengkapi saling bahu-membahu untuk bersama-sama memajukan dunia pendidikan Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengejar indeks pembangunan manusia, pada tahun 2019 indeks pembangunan Kabupaten Pekalongan adalah 69,71 dari sebelum dirinya menjabat sebesar 67.


”Untuk pertumbuhan ekonomi menurut data BPS, Kabupaten Pekalongan di atas pertumbuhan ekonomi nasional dan provinsi Jawa Tengah, kita tumbuh di angka 5,7. Kemudian untuk angka kemiskinan turun dari 12,98 sekarang tinggal 9,71 atau tinggal 86 ribu orang lagi yang berada di garis kemiskinan,” tandasnya dalam acara Sarasehan Pendidikan di YMI Wonopringgo.

Sementara itu, Pengurus YMI Wonopringgo Kabupaten Pekalongan Irwan Abbas mengatakan, tema Sarasehan Pendidikan kali ini adalah mengembangkan pendidikan yang berintegritas, berkualitas dan berkarakter. Dengan mengundang berbagai narasumber ternama seperti Anggota DPR RI Bisri Romli, Anggota DPRD Jawa Tengah Sukirman, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan Sumarwati.

“Terimakasih atas dukungan dari pemerintah dan pihak terkait selama ini. Semoga ke depan pendidikan di Kabupaten Pekalongan semakin maju,” harap dia. (Siti Masithoh/Redd 11)

BERITA LAINNYA