Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkab Brebes Tetap Upayakan Insentif Nakes Cair Tahun Ini

- Kebutuhan Anggaran Rp 75 M Dimasukkan ke Refokusing

185

BREBES, smpantura.com  – Pemkab Brebes tetap terus mengupayakan agar tunggakan insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) tetap bisa dicairkan di tahun 2021 ini. Untuk insentif nakes penanganan Covid-19 ini, Pemkab Brebes setidaknya membutuhkan anggaran mencapai Rp 75 miliar, termasuk untuk menutup tunggakan insentif yang belum dibayarkan di tahun 2020 lalu.

Kebutuhan anggaran tersebut tengah diupayakan Pemkab Brebes agar masuk dalam anggaran refokusing penanganan Covid-19 tahun 2021. Hal itu menyusul terbitnya Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pusat terkait pemberian insentif nakes penanganan Covid-19 yang semula ditanggung APBN kini dibebankan ke daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Brebes, Djoko Gunawan menjelaskan, dari hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, diketahui kebutuhan anggaran bagi alokasi insentif nakes mencapai Rp 75 miliar. Kebutuhan anggaran itu meliputi tunggakan insentif naker dari bulan Agustus hingga Desember tahun 2020 sebesar Rp 32 miliar. Tunggakan itu semula menjadi tanggung jawab APBN, tetapi dengan munculnya SE Kemenkes saat ini dibebankan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) daerah. Kemudian, insentif nakes untuk tahun 2021 berjalan, mulai bulan Januari yang nilainya berkisar Rp 43 miliar.

“Terkait insentif nakes ini memang dibebankan ke daerah. Untuk itu, kami sedang merumuskan dengan tim anggaran daerah. Kebutuhan anggaran insentif nakes ini kami upayakan tetap bisa dicairkan dengan dimasukan ke dalam anggaran refokusing. Namun kami belum bisa memastikan nominalnya, karena kemampuan keuangan daerah yang terbatas. Kemungkinan dari total Rp 75 miliar ini, tidak bisa seluruhnya tetapi bertahap,” ungkapnya.

Menurut dia, teknis pencairan insentif nakes saat ini masih dibahas. Dalam ketentuan Peraturan Menteri Keuangan, Pemkab Brebes juga diwajibkan melakukan refokusing anggaran. Terlebih, jatah DAU dari pusat juga dipangkas mencapai Rp 41 Miliar. Sedangkan untuk refokusing APBD harus dilakukan dengan besaran minimal 8 persen, yang disiapkan untuk penanganan Covid-19. “Atas ketentuan dan rumusan ini, pembahasan insentif nakes akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Jadi, belum bisa dipastikan cair secara penuh,” tandasnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr Sartono mengatakan, pihaknya sudah melaporkan secara detail terkait tunggakan insentif bagi nakes. Jumlahnya berkisar 2000 nakes dengan total anggaran mencapai Rp 32 miliar. Alokasi itu, belum termasuk akumulasi insentif untuk tahun berjalan di 2021. “Sambil menunggu hasil perhitungan dan kemampuan anggaran daerah, kami sudah memastikan semua nakes akan bekerja profesional. Apalagi, setiap bulannya sudah menerima gaji dan tunjangan. Kalau insentif ini kan sifatnya bonus,” pungkasnya.

(T07-red)

BERITA LAINNYA