Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkab Brebes Butuh Rp 332 M Bagi Perbaikan Jalan Kabupaten

112

BREBES, smpantura.com – Pemkab Brebes saat ini paling tidak membutuhkan anggaran mencapai Rp 332 miliar, untuk perbaikan jalan kabupaten yang kini kondisinya rusak. Sebab, dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 710 kilometer, tercatat masih ada sekitar 24,7 persennya yang masih mengalami kerusakan ringan dan berat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes, Achmad Satibi melalui Kabid Perencanaan dan Pengendalian, Agus Pramono mengungkapkan, berdasarkan hasil survey per Januari 2021, total panjang jalan kabupaten di Brebes mencapai 710,19 kilometer. Dari panjang jalan itu, yang kondisinya sudah mantap atau baik, ada sekitar 75,03 persen. Sedangkan kondisi jalan yang tidak mantap atau rusak mencapai 24,7 persen. Dari kondisi jalan yang tidak mantap ini, rinciannya 12,63 persen atau sepanjang 89,68 kilometer dalam kondisi rusak ringan, dan 12,07 persen atau sepanjang 85,71 kilometer mengalami rusak berat. ” Dari hasil perhitungan kami, untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak ringan dan berat ini, kebutuhan anggarannya mencapai sekitar Rp 332 miliar,” ungkapnya.

Dari kebutuhan total anggaran sebesar Rp 332 miliar itu, kata dia, apabila disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, perbaikan jalan rusak tersebut bisa selesai 100 persen dalam waktu tiga tahun ke depan. Hal itu dengan estimasi dan mengacu pengalaman di tahun sebelumnya, dimana setiap tahun anggaran DPU mendapatkan alokasi untuk pemeliharaan jalan rata-rata Rp 100 miliar. Namun kondisi itu dengan perhitungan keadaan normal, tidak terjadi pandemi Covid-19. “Kalau kita melihat kemampuan keuangan daerah dan kondisinya tidak ada pandemi Covid-19, perbaikan jalan dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp 332 miliar bisa diselesaikan dalam waktu 3 tahun,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan kondisi saat ini yang sedang terjadi pandemi Covid-19, tentu perhitungannya akan berbeda. Sebab adanya pandemi, semua alokasi anggaran daerah terfokus untuk penanganan Covid-19. “Tahun 2021 ini saja, alokasi pemeliharaan jalan kabupaten yang kami terima turun tajam. Kalau rata-rata kita mendapat Rp 100 miliar setiap tahun anggaran, saat ini hanya menerima Rp 30 miliar. Sehingga, kami pun harus pandai dalam memprioritaskan penanganan jalan rusak karena terbatasnya alokasi anggaran ini,” pungkasnya.

(T05-red) 

BERITA LAINNYA