Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkab Brebes Ajak Warganya Pantau Data Penerima Bantuan Sosial

- Data Resmi Dipasang di Balai Desa Mulai Senin Nanti

668

BREBES – Pemkab Brebes secara resmi akan memasang data para penerima bantuan sosial, di seluruh kantor balai desa dan kelurahan, selama sepekan mendatang mulai Senin (11/5). Pemkab juga mengajak seluruh warga untuk berperan aktif memantau data tersebut, dan jika ditemukan kesalahan segera dilaporkan. Selain bentuk transparasi publik, upaya itu dilakukan sebagai antisipasi terjadinya rangkap bantuan yang diterima warga.

“Hari ini, kami melakukan pertemuan dengan steakholder terkait persiapan penyaluran jaring pengaman sosial, termasuk bantuan dampak Covid-19. Dari pertemuan ini disepakati seluruh data calon penerima bantuan sosial akan diumumkan secara resmi di tiap balai desa dan kelurahan. Warga bisa memantau dan mengawasi bersama, dan jika menemukan ada yang rangkap menerima bantuan, kami minta segera dilaporkan,” ungkap Sekda Pemkab Brebes, Jumat (8/7), usai pertemuan di Ruang Rapat Sekda.

Dia menjelaskan, ada beberapa bantuan jaring pengaman sosial baik dari pusat, provinsi dan kabupaten, yang akan disalurkan. Di antaranya, Program Keluarga Harapan (PKH) dengan perluasannya, bantuan paket sembako Kementerian Sosial (Kemensos) dengan perluasannya, dan bantuan sosial tunai Rp 600.00 per bulan. Kemudian, di luar itu akan ada bantuan paket sembako dari provinsi, bantuan jaring pengaman sosial dari kabupaten dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa. Sehingga, agar tidak terjadi tumpang tindih data penerima jaring pengaman sosial tersebut, disepakati seluruh datanya akan diumumkan di seluruh balai desa dan kelurahan.

“Jadi, seluruh data penerima ini akan kami pampang di balai desa, baik dat penerima jaring pengaman sosial dari pusat atau calon penerima bantuan sosial dari provinsi dan kabupaten. Data ini akan dipasang di papan pengumuman masing-masing balai desa mulai Senin (11/5) mendatang,” paparnya.

 Target Minggu ke-3 Disalurkan
Menurut dia, diumumkannya data penerima bantuan sosial itu dimaksudkan agar Pemkab mendapat masukan dari masyarakat. Sehingga, ketika ditemukan kesalahan, bisa diusulkan ke pusat untuk diambil tindakan. Misalnya, bantuannya dipending atau tidak disalurkan pada tahap periode selanjutnya. Dari masukan masyarakat itu, nantinya data dievaluasi oleh tim terpadu yang dibentuk Pemkab. “Target kami pada minggu ke-3 bulan ini, bantuan sosial dari provinsi dan pemkab bisa disalurkan. Namun ini setelah melalui proses evaluasi dengan dasar masukan masyarakat sekitar seminggu ke depan,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bantuan sosial khusus dari Pemkab Brebes untuk sementara dialokasikan bagi sebanyak 55.400 keluarga miskin. Namun data itu belum final karena masih ada tahapan evaluasi, termasuk nanti masukan dari masyarakat. Apabila dihitung dengan bantuan jaring pengaman sosial pusat dan provinsi, jumlah penerimannya mencapai 75 persen dari total kepala keluarga yang di Brebes. “Ini mudah-mudahan bisa membantu dan meringankan masyarakat akibat dampak Covid-19. Kami sangat berharap adanya peran aktif seluruh warga masyarakat dalam ikut memantau data ini agar tepat sasaran. Warga bisa melaporkan temuan terkait kesalahan data ini ke desa setempat atau langsung ke pemkab. Kami nanti akan membuat sistem laporan secara online,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA