Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkab Batang Akan Bangun Islamic Center

93

BATANG- Pemkab Batang berencana akan membangun gedung Islamic Center di pangkalan truk yang ada di Dukuh Petamanan, Kecamatan Banyuputih. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil Feasibility

Study (FS) atau studi kelayakan yang mengacu pada pertimbangan sosiologis dan ekonomis.

” Lokasi pembangunan Islamic Center sudah dikaji sejak awal Tahun 2019. Dari hasil Feasibility Study (FS) mengacu pada pertimbangan sosiologis dan ekonomis, sehingga lokasinya ditetapkan di Dukuh Petamanan, Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih,” ujar Bupati Batang Wihaji pada Rapat

Paripurna DPRD Batang dengan agenda Jawaban Bupati Atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi, Senin (14/9).

Bupati menjelaskan, keberadaan pangkalan truk di Banyuputih sejak dibangunnya jalan tol, pendapatan asli daerah (PAD) yang didapat dari retribusi parkir sudah mengalami penurunan.

Sehingga diputuskan lokasi tersebut agar punya nilai manfaat yang lebih bagi kemaslahatan umat. Wihaji juga menjelaskan, terkait pertanyaan kelanjutan pembangunan tribun GOR Sarengat Batang saat ini sudah masuk tahap lelang. Adapun proses pembangunan GOR Indoor saat ini adalah masa penandatanganan kontrak.

” Sedangkan pembangunan BBC dalam tahap persiapan penandatanganan kontrak,” katanya.

Menanggapi saran dari DPRD terkait adanya kajian yang mendalam terhadap persoalan yang ada di TPI, Pemkab Batang akan melakukan tindak lanjut. Adapun penataan akses keluar masuk kapal ikan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jateng dan akan dikoordinasikan. Terkait pertanyaan,

pemasangan pagar pengaman, lampu penerangan, marka jalan dan fasilitas pendukung lainnya di daerah wisata, khususnya di Sigemplong dan Kembanglangit, Wihaji menyampaikan secara bertahap sudah dilakukan langkah-langkah yang diperlukan.

” Termasuk koordinasi dengan pemerintah provinsi karena sudah masuk dalam usulan kewenangan kabupaten yang dilaksanakan provinsi,” ujarnya.

Wihaji menambahkan, terkait usulan dari DPRD mengenai pemasangan lampu penerangan jalan di wilayah Desa Sengon menuju Roban Timur, hal tersebut sudah masuk dalam renstra pemerataan PJU dan program Indonesia Terang. Hanya saja masih terkendala dengan adanya pandemi Covid-19.

” Menanggapi masukan dari Dewan terkait pemberian sanksi sosial dalam Raperda tentang Penanggulangan Penyakit Menular, akan kami lakukan tindak lanjut,” tuturnya. (H56)

BERITA LAINNYA