Take a fresh look at your lifestyle.

Pemdes Maribaya Buat Perdes PTSL

214

KRAMAT – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, memunculkan polemik di masyarakat karena biaya PTSL lebih dari Rp 150 ribu perbidang. Pemerintah Desa (Pemdes) Maribaya, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal membentengi polemik tersebut dengan membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang PTSL.

Kepala Desa Maribaya, Andi Mijaya mengatakan, quota Desa Maribaya mendapatkan program PTSL tahun 2020 sebanyak 700 bidang. Hingga kemarin, pemohon program PTSL yang sudah dientry sebanyak 270 pemohon. Sedangkan, yang sudah mendaftar di desa sebanyak 447 pemohon, dan mengantre mendaftar sekitar 100 pemohon. Pihaknya berharap agar pelaksanaan program itu berjalan lancar dan aman.

“Biaya PTLS sesuai dengan SKB tiga menteri Rp 150 ribu perbidang. Namun, anggaran itu tidak cukup untuk biaya operasional,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, biaya PTSL sesuai SKB tiga menteri dipergunakan untuk pembelian patok, materai, administrasi dan transportasi aparat desa. Namun demikian, anggaran konsumsi panitia, transportasi bolak balik ke BPN, biaya konsumsi musyawarah tingkat desa, dan biaya operasional lainnya, tidak dianggarkan dalam biaya tersebut.

“Panitia ada delapan orang, dan biasanya rapat hingga jam 12 malam. Masa selama rapat tidak ada minum atau makanan,” ujar Andi.

Untuk mengakomodir kebutuhan biaya tersebut, kata dia, pihaknya membuat Perdes yang telah disepakati BPD, panitia dan pemohon PTSL. Perdes itu secepatnya akan dikirimkan ke Pemkab Tegal untuk diverifikasi. Jika Pemkab tidak menyetujui Perdes itu, maka panitia terpaksa melakukan proses PTSL dengan kondisi anggaran seadanya.

“Jika tidak disetujui, panitia yang bekerja selama enam bulan akan menggunakan anggaran seadanya,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA