Take a fresh look at your lifestyle.

Pemda Pemalang Siapkan Anggaran Bantuan Bencana Rp 2 miliar

164

PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang menyiapkan anggaran dana sekitar Rp 2 miliar apabila terjadi bencana besar di daerah tersebut. Selain itu, Pemda Pemalang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menyiapan logistik apabila sewaktu waktu dibutuhkan.

“Pemda Pemalang setiap tahun telah mengalokasikan anggaran dalam rangka untuk persiapa apabila sewaktu waktu terjadi bencana besar. Namun kita berharap tidak menggunakan anggaran tersebut, artinya jangan sampai terjadi bencana besar di Pemalang,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Pemalang, Wahyu Sukarno Adi Prayitno, kemarin.

Dia mengatakan, terkait dengan kejadian bencana di Pemalang dalam beberapa hari terakhir masih tergolong kecil. Untuk itu tidak perlu menggunakan dana taktis yang berjumlah sekitar Rp 2 miliar. Untuk pemberian bantuan pada korban bencana pihaknya selalu berpedoman pada Peraturan bupati (Perbup) dan Peraturan gubernur (Pergub). Hal itu disebabkan dalam Perbup dan Pergub sudah diatur terkait dengan alokasi bantuan untuk korban bencana. Namun untuk bantuan berupa makanan maupun bahan bangunan diberikan sesuai dengan skala yaitu berat, sedang maupun ringan. Bantuan berupa makanan dan bahan bangunan sifatnya stimulan dan selalu tersedian di BPBD Pemalang. Kesiapan tersebut siap dilakukan sebab bencana bisa datang kapan saja, untuk itu BPBD harus selalu siap menghadapinya. Namun untuk bantuan lainnya pihaknya selalu berkoordinasi dengan lembaga lain seperti PMI, Baznas, dimana mereka siap untuk terjun memberikan bantuan yang dibutuhkan.

“Terkait dengan kondisi wilayah Pemalang saat ini masih cukup terkendali, meskipun dibeberapa daerah ada sedikit kejadian alam seperti longsor maupun banjir. Meskipun demikian pihaknya selalu siapa siaga untuk membantu masyarakat apabila sewaktu waktu terjadi bencana, bahkan di BPBD melakukan piket selama 24 jam,” jelasnya.

Ia mengatakan, berdasarkan kondisi cuaca saat ini, bahaya banjir, tanah longsor dan angin puting beliung mengancam sejumlah daerah. Pihaknya sudah memiliki data terkait dengan daerah yang memiliki kerawanan bencana. Khusus untuk ancaman banjir, berdasarkan data pemetaan tahun 2019 lalu, ada sekitar 46 desa yang rawan banjir. Daerah yang rawan tanah longsor berdasarkan data ada 39 desa rawan tanah longsor, khususnya di daerah Pemalang selatan. Hal itu disebabkan kondisi topografinya berbukit bukit dengan kemiringan lereng sebagian tergolong curam. (H77/Red_03)

BERITA LAINNYA